Sani Merespon Suara Masyarakat Pedalaman


m-sani

 

“Prioritas  perjuangan saya 2017 nanti, yaitu infrastruktur jalan di Batu Barat, air bersih di Jelutung desa Matan Jaya, serta optimalisasi lahan pertanian di Batu Barat dan Matan Jaya,” papar Muhammad Sani, ketika menjelaskan aspirasi masyarakat yang diserapnya ke Buletin Swaraku.

Sebagai orang pedalaman dan terlahir sebagai keluarga petani, Muhammad Sani paham betul bagaimana kondisi masyarakat pedalaman. Jalan, air bersih dan listrik adalah kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat pedalaman. Kondisi inilah yang mendorong Muhammad Sani untuk berbuat.

Seperti jalan utama tempat tinggalnya – Batu Barat, belum sepenuhnya mulus. Ketika ke kantor musim penghujan, Sani, sapaan Muhammad Sani, harus berjalan kaki lebih kurang 1 km ke ujung rambat beton. Karena kondisi jalannya becek dan licin. Sepeda motor sulit bergerak karena dibalut tanah hitam. Sani terpaksa harus menyinsing celana dan menjijing sepatu, agar dia tak kelihatan lumus. Pun demikian, percikan tanah kadang nepel juga dipakaiannya.

Alhamdulillah, Sani bersyukur. Tahun ini, Pemerintah Desa Batu Barat menganggarkan sekitar Rp. 800 juta untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut. Ini dianggarkan dari APBDes Batu Barat 2016. Kemudian, melalui aspirasinya tahun ini, Dinas PU telah menganggarkan dana Rp. 400 juta, dengan judul kegiatan “pembangunan jalan menuju ke SMPN 7 dan SDN 16 Batu Barat”.

Prediksi Sani, dengan APBDes Batu Barat Rp. 800 juta dan dana aspirasinya Rp. 400 juta, pembangunan jalan menuju ke pusat Pemerintahan Desa Batu Barat tersebut, insya Allah rampung. Kalaupun kurang, tidak banyak lagi. Tahun depan tinggal memikirkan kelanjutannya, Serta membangun jalan lain, seperti di Teluk Aur, di Rembayan dan akses-akses lainnya.

Legislator asal PPP ini juga memikirkan agar listrik di tempat tinggalnya tuntas terbangun. Sebab, masih beberapa titik yang belum tersentuh listrik PLN. Seperti dusun Teluk Aur dalam, pertengahan dusun Sepakat hingga ke Dusun Matan Raya dan di dusun Rembayan dalam. Sani berharap, tahun depan pembangunan instalasi listrik di desanya terpasang dan tuntas.

Selain memikirkan desa kelahirannya, Sani juga membawa amanah masyarakat Matan Jaya. Salah satunya, yaitu air bersih di dusun Jetung dan Air manis.

Untuk dusun air bersih di dusun Air Manis, tahun anggaran ini akan dilaksanakan peningkatan pembangunannya. Sebelumnya, perusahaan sawit setempat membangun jaringan air bersih yang bersumber di sekitar Gunung Benale Pinang. Namun kondisi leding tersebut sekarang sering tersumbat. Kemudian bak atau instalasinya bocor. Sehingga saat musim kemarau sering tersendat atau tidak mengalir.

Sedangkan di dusun Jelutung, rencananya akan dilaksankan pada Tahun Anggaran 2017. Pekerjaannya hampir sama dengan dusun Air Manis, perbaikan bak atau instalasi. Karena bak atau instalasi yang dibangun perusahaan, kondisinya bocor dan tersumbat. Sehingga butuh perbaikan.

Aspirasi Sani lainnya yang akan dilaksanakan di Matan tahun ini, yaitu pembangunan pagar SDN 31 dusun Serindit. Ini merupakan asprasi masyarakat setempat, yang Sani akomodir saat reses tahun 2015.

Karena berlatar belakang petani, Sekretaris Komisi III DPRD KKU ini pun memikirkan nasib petani di pedalaman. Dia ingin mengoptimalkan lahan sawah yang ada, serta membangun areal sawah baru. Terutama untuk desa Batu Barat dan Matan Jaya.

Di desanya Batu Barat, beberapa tahun yang lalu pernah dibangun cetak sawah seluas 125 hektar. Dia ingin, pembangunan cetak sawah ini ada tindaklanjutnya, agar lahan tersebut tidak terlantar.

Menurut Sani, akan mubazir cetak sawah dengan dana yang tak sedikit, jika tidak di dorong dengan kegiatan yang dapat memotivasi petani. Karena petani di pedalaman masih membutuhkan bimbingan dan motivasi-motivasi dari pihak terkait. Pemerintah, terutama dinas terkait, harus menyediakan program yang dapat merangsang petani untuk berusahatani, dan memanfaatkan lahan yang ada secara optimal.

Sani ingin, cetak sawah di desanya dioptimalkan kembali, dibangun petak sawahnya, tata air dan pintu klipnya. Apa gunanya di bagun cetak sawah, jika tidak di dukung dengan sarana dan prasarananya. Petani pun tidak akan semangat berusahatani, jika sarana dan prasarananya tidak mendukung/tersedia.

Demikian juga untuk ketahanan pangan di desa Matan Jaya. Untuk dusun Matan, Air Manis dan Serindit ada lokasi untuk bertani padi. Tiga dusun ini pernah dibangun cetak sawah, baik oleh perusahaan maupun pemerintah. Sedangkan di Dusun Jelutung, lokasi sawah saja tidak tersedia.

Tidak tersedianya lokasi sawah di dusun Jelutung karena sebagian besar areal dusun ini kebun sawit perusahaan. Jaraknya dari lokasi warga Jelutung tak sampai 0,5 km. Kemudian, dusun Jelutung juga merupakan areal pertambangan. Sehingga tak ada lokasi warga untuk bertani menetap. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, warga setempat menanam padi di atas bukit/gunung, dengan cara berpindah-pindah.

Kondisi di Jelutung perlu perhatian pihak-pihak yang terkait. Harus ada solusi buat membangun ketahanan pangan warga Jelutung. Sehingga cara mereka berladang (bertani) dari bukit ke bukit dapat diatasi.

Sani ingin agar ada pembangunan cetak sawah di Jelutung. Menurutnya, tak terlalu jauh dari Jelutung ada lokasi yang berpotensi untuk di bangun sawah. Jadi tinggal pemerintah saja, apakah punya keinginan untuk membangun kawasan tersebut sebagai kawasan pangan masyarakat pedalaman atau tidak.

Sedangkan untuk dusun Air Manis, Serindit dan Matan tinggal mengoptimalkan lahan sawah yang ada. Disediakan sarana dan prasarana pendukungnya, agar petani semangat berusahatani. Tempatkan juga tenaga penyuluh pertanian di daerah ini. Sebab, di desa Matan Jaya, penyuluh pertaniannya tidak ada. (Has)

Posted on 16 November 2016, in dprdkku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: