Leni: Prioritas Perjuangkan Jalan dan Listrik


leni-pan-kku

Minggu, 20 Maret 2016, Buletin Swaraku menyambangi kediaman Leni Yuniati di desa Durian Sebatang Kecamatan Seponti. Sesampai di rumahnya, kru Swaraku disambut tuan rumah dengan ramah. Tujuan kru Swaraku datang ke kediaman Leni Yuniati tak lain, yaitu menggali informasi seputar kegiatannya sebagai wakil rakyat, dari daerah pemilihan (dapil) III (Teluk Batang Seponti).

Leni Yuniati menjelaskan bahwa, masa resesnya (5 – 12 Maret 2016), dia melakukan kunjungan ke masyarakat di dapilnya. Kunjungan ini dalam rangka menyerap dan menampung aspirasi masyarakat.

Dari hasil kunjungan wanita yang akrab dipanggil Leni ini, ada beberapa hal yang dapat disimpulkannya. Keluhan masyarakat yang harus dia perjuangkannya, terutama listrik dan jalan. Kebutuhan dasar masyarakat yang belum dirasakan sepenuhnya, bagi masyarakat yang jauh dari pusat keramaian.

Leni memberikan gambaran, bahwa di desanya Durian Sebatang saja misalnya, hingga hari ini instalasi listrik (PLN) belum terpasang. Badan jalan masih tanah hitam dan latrit. Padahal, 2 hal tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah, selain kebuthan pokok lainnya.

“Bagaimana roda perekonomian masyarakat bisa bergerak cepat, atau orang luar senang berkunjung dan betah di Durian Sebatang, jika jalannya hancur, listrik tak ada?” tutur Leni bersemangat.

Selama ini, untuk penerangan, masyarakat menggunakan genset pribadi. Jika minyak genset habis atau mesin mati, masyarakat menggukan lentera atau pelita.

Apabila dikalkulasikan, biaya operasional genset perbulannya lumayan besar, lanjut Anggota Komisi I DPRD KKU ini. Misalnya, rata-rata dalam semalam menghabiskan bensin 2 liter saja. JIka dikalikan Rp. 8.000,00, maka sebulan Rp. 480.000,00. Ini angka yang lumayan besar. Sebab itu,bagi  kalangan ekonomi menengah kebawah, mereka lebih memilih pakai lentera/pelita.

Tapi jika ada jaringan PLN di Durian Sebatang, tentu cost (biaya) yang dikeluarkan masyarakat jauh lebih ekonomis ketimbang genset. Apa lagi dengan sistem token, paling-paling sekitar Rp. 100 ribu perbulan. Jadi, sisanya dapat digunakan masyarakat untuk kebutuhan lainnya.

Upaya yang telah dilakukan Leni agar lsitrik masuk ke daerahnya, seperti melakukan koordinasi dengan pihak PLN. Kemudian memberikan pemahaman dan mendorong masyarakat agar kompak menyampaikan permohonan pemasangan jaringan lsitrik. Tentu dengan mekanisme PLN sekarang, yaitu mendaftar secara online. Jika hanya 1 atau 2 orang saja yang mau, tentu tidak akan diakomodir PLN. Dan selamanya PLN tak akan masuk ke Durian Sebatang.

Selain prioritas perjuangkan jalan dan listrik, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga ingin mendorong kemajuan dunia pendidikan di daerah asalnya. Pasalnya, dalam hal pendidikan, Durian Sebatang terbelakang juga.

Leni bersyukur, sekarang di daerahnya SMP dan SMA sudah ada. Zaman dia sekolah dulu, SMP dan SMA tidak ada. SMP, dia harus ke Paket Lima Seponti Jaya. Sedangkan SMA, dia harus ke Teluk Batang. Jarak yang cukup jauh, dan butuh biaya besar.

Hanya saja, lanjut Leni, sarana dan prasarana sekolah di tempatnya perlu ditambah atau perbaiki. Seperti ruang guru SMA masih kurang. Demikian juga mess guru SMA. Leni kasian dengan guru-guru yang bertugas dari daerah jauh, harus berjubel nginap di mess yang kapasitasnya kurang memadai.

“Bagaimana guru dari luar bisa betah ngajar di Durian, sementara jalannya ketika musim hujan becek, musim kemarau berdebu. Listrik tak ada, messnya harus berhimpitan. Belum lagi guru yang membawa keluarganya, kasiankan harus berdesakan atau tinggal 1 atap,” ungkap Leni prihatin.

Sebab itu, Leni akan memperjuangkan agar mess SMA tempatnya ditambah. Sehingga guru betah dan bisa membawa keluarganya. Karena, sebagian besar guru SMP dan SMA di Durian Sebatang berasal dari luar/jauh. (MH/Dho)

 

 

Posted on 16 November 2016, in dprdkku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: