Harus Ada Unit Pelayanan Khusus Orang Gila di Puskesmas


harus-ada-unit-pelayanan-khusus-orang-gila-di-puskesmas

 

Melihat banyaknya pengidap gangguan kejiwaan di lapangan, mengudang keprihatinan Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kayong Utara. Adalah Sahid, anggota Komisi III DPRD KKU Priode 2014 – 2019. Dia melihat, KKU harus punya solusi sendiri untuk mengatasi masalah ini.

Kendati fakta ini tidak bisa dibuktikan dengan angka pasti, fakta ini banyak ditemukan di KKU. Hampir setiap kecamatan yang ada di KKU, orang-orang yang mengidap penyakit jiwa (mental disorder) bisa kita temukan. Ada yang berkeliaran di jalan. Ada juga di rumah atau di pasung keluarganya. Orang KKU umumnya menyebut penyakit psikis dengan penyakit gile (gila).

Menurut Sahid, Dinas Kesehatan harus membuat program terobosan untuk mengatasi penyakit psikis ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan dinas, dengan membuka klinik atau unit pelayanan khusus orang gila di setiap Puskesmas Induk Kecamatan.

Tak perlu dokter spesialis atau perawat khusus. Dokter umum dan perawat yang ada pasti mampu melakukannya. Jika tenaga medis yang ada tidak memiliki keterampilan mengurusi/menangani orang gila, mereka harus dibekali dengan diklat. Ada program, pasti ada jalan/cara untuk mewujudkannya.

Ide Sahid ini bukan ide kosong atau tanpa referensi. Dia menemukan, di Indonesia, ada dua daerah yang menerapkan Puskesmas sebagai pusat pelayanan orang gila juga. Yaitu, Nganjuk Jawa Timur dan Puskesmas Selalong – Sekadau Kalimantan Barat.

Di Nganjuk, dengan 25 orang tenaga medis Puskesmas, mereka mampu melayani kesehatan masyarakat, plus penyakit jiwa. Tak mesti ada dokter spesialis atau psikiater di Puskesmas tersebut, tapi mereka mampu melakukannya. Kita di KKU, jumlah tenaga medis yang ada di setiap Puskesmas Induk sekitar 50 orang. Secara kuantitas, KKU lebih unggul. Soal kualitas atau skill, tinggal dibina saja.

Kita tidak perlu membangun Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di KKU. Jika setiap Puskesmas Induk tersedia unit pelayanan bagi orang gila, masyarakat KKU tak perlu pusing-pusing memikirkan biaya untuk berobat ke RSJ Surkam Singkawang, atau Sungai Bangkong Pontianak. Karena kebanyakan orang gila, ialah orang yang ekonominya menengah ke bawah. Ini  tentu sejalan dengan Program Kesehatan Gratis kabupaten ini.

Penyakit ini jika tidak ditangani, berdampak juga buat lingkungan. Membuat imej daerah menjadi tidak baik pula. Dan yang paling penting, kita ingin meminimalisir perlakuan yang tidak manusiawi pada orang gila. Baik dari masyarakat atau keluarga. Kadang, karena tak mampu menangani orang gila, pilihannya harus dipasung/disekap. Tentu ini bukan solusi yang bijak.

Sahid ingin, tahun 2017, pelayanan kesehatan bagi orang gila di KKU sudah dimulai. Minimal untuk tahap awal/tahap uji coba, ada 1 Puskesmas yang membuka unit pelayanan ini. Misalnya dimulai dari Puskesmas Sukadana. Jika Sukadana berhasil, kecamatan lainnya menyusul.

Untuk mewujudkan idenya, Sahid sudah mengkoordinasikan ini dengan tenaga medis yang ada di Puskesmas Teluk Batang. Respon mereka positif sekali. Nampaknya tenaga medis Puskesmas Teluk Batang siap dengan program tersebut.

Selanjutnya, Sahid akan mengkoordinasikan rencananya dengan Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara. Sahid berharap, Kadis mendukung, dan menjadikannya sebagai program tambahan Dinas Kesehatan.

Tak hanya dukungan tenaga medis dan Kadis Kesehatan saja, dukungan rekan-rekan anggota dewan lain pun Sahid harapkan. Sehingga, ketika rencana ini menjadi program Dinas Kesahatan, ini telah menjadi program kabupaten. (Has)

Posted on 16 November 2016, in dprdkku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: