Haripin: Karena Saya Sering Datang, Saya Tahu Kebutuhan Mereka


haripin-karena-saya-sering-datang-saya-tahu-kebutuhan-mereka

Ada hal yang tak lazim dilakukan Haripin. Anggota dewan asal dapil IV ini, memiliki angenda rutin perbulannya. Saban bulan, dia turun ke lapangan. Mengunjungi daerah pedalaman, terutama desa Matan Jaya dan Lubuk Batu.

Kenapa Matan dan Lubuk Batu menjadi tambatan hati pria yang akrab disapa Ipin ini? Baginya, daerah pedalaman perlu diperhatikan. Karena terisolir, tentu banyak kelemahan-kelamahan yang harus  diperhatikan dan diperbaiki. Yang mendasar adalah, infrastruktur dan SDM-nya.

Efek positif dari agenda rutin Ipin, guru dan tenaga medis yang bertugas disana, selalu aktif bertugas. Pasalnya, setiap berkunjung ke Matan dan Lubuk Batu, Ipin menyempatkan diri berkunjung ke sekolah-sekolah dan poskesdes/puskesmas. Dia ingin melihat keadaan dan keatifan para pencerdas dan pelayan masyarakat di pedalaman.

“Karena sering saya kunjungi, mungkin ada perasaan sungkan barangkali. Sehinga sulit saya jumpai, guru dan  tenaga medis tidak berada di tempat, ketika saya Matan dan Lubuk Batu. Saya tidak akan kompromi, jika saya temui guru dan tenaga medis tak berkerja tanpa keterangan yang jelas. Saya akan bel atasan mereka,” kata Ipin.

Setidaknya, Ipin turut membantu pemerintah dalam hal pengawasan. Sehingga hak-hak masyarakat (pendidikan dan kesehatan) tidak terabaikan. Karena ini program unggulan kabupaten. Jangan karena daerah pedalaman, semua serba serampangan. Namun tidak untuk Matan dan Lubuk Batu. Pelayan masyarakat tersebut benar-benar bekerja. Kalau pun mereka berhalangan, ada surat ijinnya.

Yang membuat Ipin senang, masyarakat seolah-olah rindu ketika dia terlambat datang ke tempat mereka. Kadang, mereka yang menelpon, menanyakan apakah Ipin datang atau tidak. Masyarakat sudah tahu, bahwa awal bulan biasanya Ipin akan datang. Karena itu, biar hujan atau jalan becek, Ipin tetap turun ke Matan dan Lubuk Batu, agar masyarakat tidak kecewa.

Sekretaris Komisi III DPRD KKU ini, lebih konsen mendorong pembangunan ekonomi petani dan nelayan. Untuk wujudkan tujuan tersebut, Ipin akan dan terus mendorong dinas terkait, agar memprogramkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan petani dan nelayan. Khusus peningkatan pendapatan masyarakat, dia lebih memprioritaskan ke masyarakat pedadalam di dapilnya. Seperti desa Matan Jaya dan Lubuk Batu.

Salah satu upaya yang dilakukan Ipin, membuka akses-akses baru di desa Matan dan Lubuk Batu. Dia menginisiasi pembuatan salauran/jalan baru di desa Matan. Tujuannya, selain untuk mengatasi masalah banjir, juga membuka areal baru untuk pertanian dan pemukiman. Untuk Matan, lokasi kegiatannya, yaitu di dusun Air Manis dusun Serindit.

Dengan terbukanya jalan baru, artinya membuka kesempatan dan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Masyarakat dapat bertani/berkebun. Sehingga berdampak pada penghasilan dan kesejahteraan petani di masa mendatang.

Bagi Ipin, dengan dibukanya akses jalan baru, ini investasi besar di masa mendatang. Bisa juga, ini menjadi areal pemukiman baru bagi penduduk setempat. Dengan demikian, kawasan desa menjadi berkembang. Karena populasi penduduk yang terus meningkat, tidak menutup kemungkinan, butuh areal pemukiman baru. Jadi, kita tidak repot-repot lagi membangunnya, karena itu disiapkan sekarang. Nantinya, tinggal perawatan saja.

Selain membuka akses-akses perekonomian baru, Ipin juga menginisiasi kegiatan normalisasi saluran di desa Lubuk Batu. Tujuan normalisasi ini, yaitu melancarkan saluran-saluran yang tersumbat. Yang menyebabkan dusun Tual dan Selubuk sering banjir ketika musim penghujan.

Khusus dusun Selebuk, pekerjaan pokoknya normalisasi saluran. Namun Ipin mendorong pelaksana kegiatan, agar membangun jalan usaha tani, dengan volume 2 x 700 meter. Sehingga memudahkan masyarakat pergi ke lahannya.

Kegiatan normalisasi di Lubuk Batu. Pembangunan jalan/saluran baru di Matan Jaya, rencananya Maret 2016 mulai dilaksanakan dinas terkait. Ini merupakan usulan masyarakat tahun 2015, yang direaliasikan tahun ini.

Kedepan, Ipin ingin mendorong pemerintah membangun cetak sawah di Matan Jaya. Dan dia sendiri akan berupaya, agar hal ini terwujud. Sebab, potensi pertanian di Matan tak diragukan. Lahan kosong tersedia dan sumber airnya ada. Areal ini tidak masuk dalam zona Hutan Produksi (HP), atau Hutan Lindung (HL). Ini adalah HP yang telah dibebaskan Kementerian Kehutanan, untuk lahan pertanian masyarakat.

Dengan dibukanya areal seluas lebih kurang 2000 hektar di Matan, selain untuk sawah, juga membuka terisolirnya Matan. Jalan baru akan bangun. Maka jarak Matan dan Batu Barat menjadi dekat. Artinya, ini akan memperpendek jarak daerah pedalaman dengan ibukota kecamatan.

Untuk membuka keterisoliran Matan – Lubuk Baru dan Batu Barat, dinas terkait harus konsen mengusulkan ini ke Pemerintah Pusat. DPRD sebagai mitra kerja pemerintah, akan mendorong/mendampinginya. Jadi, anatar DPRD dan Pemda harus bersinergi, jalan masing-masing berjalan sendiri-sendiri.

“Saya pikir, perusahaan sawit yang ada di Matan Lubuk Batu siap membatu pemerintah untuk membuka keterisoliran daerah ini. Tinggal bagaimana lobi Pemerintah Daerah saja ke perusahaan. Karena, di perusahaan ada CSR-nya,” papar Ipin.

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan cetak sawah dan jalan Matan – Batu Barat, Pertama, ini harus di-DED-kan dulu, atau Detail Engineering Design, atau perencanaan yang matang dari konsultan. Karena sebelumnya, ini belum pernah di-DED-kan. Ipin bertekad, 2017 DED ini harus masuk dalam DPA APBD KKU. Harapannya, 2018/2019, sudah ada ekskusi dari pemerintah, melaksanakan pembangunan tersebut.

Kedua, Pemerintah dan DPRD harus bersinergi. Menurut Ipin, dana di pusat itu banyak, tinggal daerah saja yang menjemputnya. Asal daerah rajin menjuluknya. Kemudian desain dan perencanaanya matang, Ipin berkeyakinan, tak ada alasan Pemerintah Pusat untuk tidak mengakomodir ini.

Keinginan suami Halimahtussa’diah ini, agar masyarakat pedalam setara kehidupannya dengan masyarakat pesisir. Paling tidak, kita coba membangun sumber cadangan pangan baru untuk KKU. Jadi tidak hanya fokus di daerah pesisir saja, daerah pedalaman yang berpotensi kita kembangkan.

“Dinas terkait tak perlu khawatir dengan program-program Bansos (Bantuan Sosial), seperti cetak sawah dan sebagainya. Justru program ini harus kita jemput, karena ini untuk kesejahteraan masyarakat. Selama petani dan kelompoknya jelas. Ada arealnya, serta tata caranya jelas, mengapa kita harus takut?” pungkas Ipin.

Selain memikirkan nasib petani, politisi PKB ini juga memikirkan nasib nelayan. Konsentrasinya saat ini pada nelayan Pulau Kumbang. Dia ingin, agar ada support dari pemerintah, terutama buat nelayan tangkap. Seperti adanya bantuan sarana tangkap, mesin kapal atau kapal tangkap nelayan.

Ipin juga berangan-angan, agar ada kegiatan budidaya buat nelayan. Ketika nelayan berhalangan ke laut karena cuaca buruk misalnya, mereka tetap tidak kehilangan pendapatan. Karena mereka pun membudidayakan ikan. Tentu kita harus melihat ikan yang cocok dibudidayakan, memiliki nilai ekonomis dan prospek pasarnya baik.

Untuk mewujudakan impian masyarakat tersebut, semaksimal mungkin, Ipin akan berupaya memperjuangkannya. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama bagi masyarakat petani dan nelayan. Tak ada alasan bagi Ipin untuk berdiam diri. Sebab amanah dan kepercayaan masyarakatlah, Ipin  duduk di parlemen. (Has)

Posted on 16 November 2016, in dprdkku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: