Serial Bedah Film Pelapis Seribu Pulau Berjuta Harapan


Serial Bedah Film Pelapis

Seribu Pulau Berjuta Harapan.

* Sebuah Catatan Perjalanan ke Pulau Pelapis Pada Tahun 2011 -**.

a pelabuhan sukadana sail selat karimata

Sebuah perjalanan panjang yang berujung pada realitas yang begitu menyedihkan, yaitu mengenai suatu kehidupan masyarakat kepulauan yang tertinggal.  Salah satu Misi perjalanan kami adalah dalam rangka pembuatan film Dokumenter mengenai kehidupan masyarakat kepulauan.

Film ini akan kami kemas secara faktual dengan mengangka realita yang dalam kehidupan masyarakat kepulauan. Namun demikian kami juga membuat perimbangan berita dalam memaparkan suatu masalah sehingga film yang kami suguhkan tidak terkesan berat sebelah atau terkesan berfihak kepada golongan tertentu, karena pada dasarnya pembuatan film pada tersebut kami lakukan secara independent tanpa ada campur tangan dari pihak manapun.

a menuju pulang dari pelapis kenagan tak terlupa

Perjalanan kami ke pulau pelapis di mulai dari tanggal 3 Desember 2011, dengan menyusuri sungai Rantau Panjang, kemudian melintasi beberapa desa pesisir hingga sampailah kami di pulau pelapis pada tanggal 4 Desember 2011.

Di tengah tengah perjalanan, kami begitu terkesan dengan potensi sumber daya alam dari kepulauan pelapis yang sudah tidak di ragukan lagi, namun sungguh di sayangkan sumber daya alam tersebut belum di kelola secara maksimal, dan sayangnya juga ada sebagian yang di rusak oleh tangan tangan nakal.

Rasa rasa nya memang begitu sulit berada di daerah kepulauan yang begitu jauh dari jangkauan, di tambah lagi jalur transportasi hanya bisa di lakukan dengan menyeberangi laut. Benar adanya apabila di pulau pelapis pada saat ini memang masih terisolasi, sebab Jalur Komunikasi telpon seluler juga tidak merata di akibatkandi tambah lagi dengan KM karimata yang juga sering mogok beroperasi.

a menikmati acara sail selat karimata

Ketika pertama kali kami menginjakkan kaki di sana, kami juga sangat berkesan terhadap masyarakat kepulauan yang begitu ramah. Secara Ekonomi masyarakat kepulauan bisa di katakan rata rata mememiliki penghasilan lebih di bandingkan masyarakat pesisir pada umum nya. Bahkan jika di hitung  berdasarkan angka penghasilan, masyarakat yang rata rata berasal dari nelayan bisa mencapai Ratusan ribu bahkan jutaan rupiah per hari. Namun jika di hitung secara cermat penghasilan mereka yang besar tidak sesuai dengan minimnya fasilitas serta tingginya kebutuhan hidup yang harus mereka impor dari luar daerah.

a interaksi dengan masyarakat pulau pelapis sail selat karimata

Belum lagi kalau musim paceklik, jangankan berharap hasil melimpah. Untuk mereka selamat dari amukan angin selatan dan ganasnya gelombang saja sudah syukur. Ya maklum saja sebab Pulau pelapis adalah bagian pulau terlua di kayong utara, kalau di intip pakai google map maka Pulau Pelapis benar benar di tengah tengah laut.

Niat baik pemerintah kayong utara dalam memberikan kesejahteraan masyarakatnya memang patut di hargai dan pantas di acungi jempol. Dari mulai memberikan pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi masyarakatnya. Belum lagi program program pemberdayaan masyarakat yang sudah tidak terhitung jumlah nya. Dan perlu di maklumi dari sekian banyak program yang di jalankan tersebut ada sebagaian program yang berjalan dengan tertatih tatih bahkan ada yang sama sekali mogok ataupun gagal.

a ikan di pelapis sail selat karimata

Demikianlah program Pemberdayaan Rumput laut pada Tahun 2011 di Pulau pelapis, yang telah di hembuskan Dinas Kelautan Dan perikanana KKU di nilai gagal Oleh masyarakat, khususnya para pengelola budidaya Rumput Laut Yang berada di Pulau Pelapis.

Zulkarnaen, salah seorang warga Pelapis mengaku kecewa terhadap pihak DKP KKU yang terkesan cuci tangan dengan konflik yang mereka hadapi mengenai budidaya rumput laut yang sudah mereka jalankan.

Sungguh ironis, Pendidikan di pelapis cukup menyedihkan, ketika pertama kali kami menginjakkan kaki di kompleks sekolah terpadu Kepulauan pelapis kami hanya berjumpa dengan dua orang guru, itupun ia harus mengajar semua anak didik nya yang berada di SD Dan SMP. Pertanyaan yang muncul, Kemanakah para guru yang lain ?,

a bibir pantai pulau pelapis

sdn pelapis sekolah di pelosok kayong utara

Apapun alasan sang dewan guru yang meninggalkan kewajiban tentu membuat para siswa kecewa, terutama mereka yang sudah menduduki bangku akhir sekolah, tentu nya Ujian Nasional tidak lama lagi akan mereka laksanakan. Tidak berlebihan apabila para siswa menuntut haknya untuk di bina, di didik serta di beri materi pelajaran, karena walau bagaimanapun hal tersebut merupakan suatu kewajiban bagi sang dewan guru yang telah mengucapkan sumpah dan janji menjadi seorang Pendidik. Dan hendaknya usaha jerih payah para siswa untuk pergi kesekolah harus di hargai, karena sebagaian dari mereka harus melewati medan yang sulit untuk di lalui.

a pelapis layar tancap

Siapa yang tidak tahu jika di daerah kepulauan khususnya pulau pelapis hasil alam nya begitu melimpah. Hasil alam yang tekenal dari pulau ini adalah laut nya yang menghasilkan Ikan melimpah. Namun sayang pengelolaan yang di lakukan masih belum maksimal, hal ini terbukti karena sebagain masyarakat masih melakukan metode menangkap ikan secara tradisional.

a bersama di gua pelapis

Sesuatu yang membuat kami cukup heran di daerah kepulauan yang jauh dari hingar bingarnya dunia luar, adalah berita mengenai pemakaian Obat obatan terlarang serta beberapa pelanggaran Norma agama. Walaupun aktivitas tersebut hanya di lakukan oleh segelintir orang dengan cara sembunyi sembunyi namun cukup membuat kami terperangah, betapa tidak. Bagaiamana mungkin pulau yang seharusnya tidak mengenal dan jauh dari virus perusak semacam itu mulai terjangkit hingga telah merenggut korban nyawa. Begitu juga pergaulan para muda mudi juga mulai mengkhawatirkan, mereka bisa saja terjerumus pada tebing kehidupan yang curam jika mereka tidak mampu mengendalikan diri.

a pemandangan indah di pelapis sail karimata

Hal ini merupakan dampak dari arus Moderen yang di salah artikan. Sejujurnya mereka juga tidak ingin mengendaki hal tersebut. namun apa daya walaupun mereka ada pada Area perawan, namun sayang areal tersebut tidak memiliki cukup keamanan dan pengawasan serta kurang nya pembinaan pembinaan untuk memperhatikan mereka yang memang perlu di perhatikan. Dalam hal ini semua Elemen masyarakat dan pemerintah mesti bersinergy untuk melakukan tugas dan fungsi untuk menangani hal tersebut.  Karena walau bagaimana pun nasib negara ini ada di tangan kita semua. (SIMPANG MANDIRI TIM)

 

NO Nama Jabatan
1. Hasanan Pemimpin Redaksi
2. Miftahul Huda Penulis Naskah/kameramen
3. Leo Waldy Editor
4 Hikmah M.W. Narator

 

Posted on 16 Februari 2016, in galeri and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Sangat mengesankan.
    Mohon sama-sama prihatin dan berjuang bagi yang nasifnya sama.
    Bagi yang duduk di singgasana,ulurkanlah tanganmu untuk memberi,bukan malah meminta.

  2. Pelapis oh pelapis mantan kekasih ku …. Salam dgn warga disana dari Bambang mantan laskar pulau pelapis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: