Kesan Terindah di Festival Karimata 2015


 

Saksikan potensi pariwisata kayong utara lengkap di sini

Festival Karimata dihelat 17-20 Oktober 2015. Kegiatan ini satu di antara bentuk persiapan Kabupaten Kayong Utara (KKU), Provinsi Kalimantan Barat, menuju penyelenggaraan Sail Karimata Tahun 2016 yang berskala internasional.

Festival Karimata 2015 diikuti 105 pemancing dari berbagai daerah di Kalimantan Barat maupun luar provinsi. Kemudian 36 wartawan nasional maupun lokal, baik dari media cetak maupun elektronik. Diikuti pula 75 fotografer pria maupun wanita, mulai belia maupun kaum tua, berdatangan demi memeriahkan Festival Karimata.

Kontingen Festival Karimata 2015 dari luar Kabupaten Kayong Utara dihimpun di Kota Pontianak, Kamis, 15 Oktober 2015.

urat nadi perekonimian masyarakat desa betok pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

urat nadi perekonimian masyarakat desa betok pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Jumat pagi, 16 Oktober 2015, kontingen Festival Karimata bersama-sama menuju ke Sukadana, ibukota Kabupaten Kayong Utara, menggunakan speedboat atau kapal cepat. Ada pula menggunakan kapal Klotok atau kapal motor air dari kayu.

Sesampai di Sukadana, para kontingen menginap di beberapa penginapan komersial maupun rumah warga kenalan peserta Festival Karimata. Koordinasi untuk para kontingen dipusatkan di Hotel Mahkota Kayong Sukadana, satu di antara landscape atau ikon kota Sukadana.

Sore harinya, ba’da Jum’at, para jurnalis diajak berkunjung ke Kampung Bali Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana. Sesampai di Kampung Bali, para pemburu berita tersebut disuguhkan tarian khas Bali.

u_ aktivitas masyarakat desa betok pada acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

aktivitas masyarakat  desa betok pada acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Memasuki Jumat malam (16/10/2015), dimulai jam 19.00 WIB, diadakan acara ramah-tamah Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid bersama kontingen Festival Karimata, khususnya bersama peserta Jurnalis Trip. Bertempat di Pendopo Bupati Kayong Utara.

u pulau karimata tua pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

 pulau karimata tua pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Sabtu pagi (17/10/2015), ratusan peserta menuju ke Dermaga Cik Kadir Sukadana. Sekitar jam 07.30 WIB, Asisten II (Bidang Ekonomi dan Pembangunan) Erwin Sudrajat, S.Sos, MAP, memimpin acara pelepasan kontingen. Tarian tradisional Melayu yang disertai lantunan syair-syair doa keselamatan mengiringi berjalannya acara pelepasan ke Desa Betok, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, pusat Festival Karimata 2015.

“Semoga selamat sampai tujuan dan Festival Karimata Tahun 2015 berjalan sukses,” doa Erwin Sudrajat.

Usai acara pelepasan kontingen segera menaiki kapal Klotok, kapal besi, maupun kapal berbahan fiber, sesuai kelompok kontingen yang diatur panitia. Ada kapal cepat untuk tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara, kapal besi pembawa peralatan, kapal Klotok untuk rombongan jurnalis, fotografer, penyelam, dan berbagai jenis kapal lainnya.

Parade hebat di lautan Selat Karimata ini mirip formasi “Armada”, sebutan angkatan laut terhebat di dunia dari Kerajaan Spanyol di abad 16, sebelum akhirnya dijinakkan “Skuadron” khas angkatan laut Inggris Raya, Perancis, dan Belanda di abad 17 Masehi.

u kampung nelayan pada acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

 kampung nelayan pada acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Kabut asap yang menyerbut Selat Karimata tak menyurutkan Armada Festival Karimata 2015 membelah lautan. Mengarungi ganasnya terpaan gelombang Selat Karimata. Tak sedikit peserta yang mabuk  dihempas gelombang. Namun demikian, tak menyurutkan semangat mereka untuk melihat keindahan gugusan Kepulauan Karimata. Bahkan mereka ingin datang lagi ke Karimata, pulau-pulau yang menyimpan pesona luar biasa.

u bu diah permata hildi berpose bersiama para turis festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

 bu diah permata hildi berpose bersiama para turis festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Sabtu malam (17/10/2015), Armada Festival Karimata 2015 berlabuh di dermaga Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Peserta disambut dengan tarian khas penduduk setempat, laksana menyambut kedatangan raja pada masa kerajaan dulu.

Panitia membagi kontingen di rumah-rumah penduduk. Peserta Festival Karimata 2015, malam itu juga berinteraksi dengan warga desa Betok Jaya.

u aktivitas jurnalis bersama masyarakat lokal desa betok pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016aktivitas jurnalis bersama masyarakat lokal desa betok pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Minggu pagi (18/10/2015), Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid melepas kontingen penyelam, photo hunt (baca: foto han) alias pemburu foto, pemancing mania, dan jurnalis trip menuju lokasi yang sudah ditentukan panitia.

Kepala Desa (Kades) Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata Kepulauan, Hasanuddin menyambut Bupati H Hildi Hamid dengan ritual “tolak balak”, sekaligus demi menyukseskan berbagai rangkaian acara Festival Karimata 2015. Sabut kelapa dibakar dengan berbagai doa dipanjatkan para penghulu desa.

Setelah Bupati H Hildi Hamid selesai disambut dengan ritual adat desa Betok Jaya, nampan tempat sabut kepala dibakar, diayun-ayunkan ke para penyelam yang berada di baris depan penyambutan Bupati H Hildi Hamid tersebut.

temu para jurnalis di kediaman bupati kayong utara sebelum keberangkatan ke acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

temu para jurnalis di kediaman bupati kayong utara sebelum keberangkatan ke acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Supaya penyelam merasakan magis dari ritual adat khas desa Betok Jaya, Bupati H Hildi Hamid mempersilakan ke penghulu desa mengayun-ayunkan asap buah pembakaran sabut kelapa itu ke para penyelam. Beberapa penyelam yang berada di barisan belakang, terpaksa mengambil asap-asap doa itu dengan tangan dan dikibaskan ke kepala maupun badan penyelam.

Peserta fun dive maupun snorkeling mencapai 30 orang, semua alat selam disiapkan panitia Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kalimantan Barat.

Sedangkan peserta pancing mania, terdiri dari 75 pemancing dari luar Kabupaten Kayong Utara dan 30 pemancing lokal, jadi total 105 pemancing. Kegiatan memancing menggunakan 15 kapal nelayan, satu kapal terdiri dari tujuh pemancing. Hasil tangkapan terberat menjadi juara. Alat pancing dan umpan disiapkan masing-masing peserta. Lokasi memancing di area desa Betok Jaya dengan zona yang ditentukan panitia.

salah satu sudut pantai pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

salah satu sudut pantai pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Untuk peserta pemburu foto menarik di kawasan Kepulauan Karimata, terdri dari 75 fotografer luar daerah dan 25 fotografer lokal. Sedangkan jurnarlis, ada yang terbagi ke peserta macing mania, ada pulau yang mobiling keliling ke pulau-pulau, mendatangi pemancing dan berkunjung ke rumah nelayan.

Yang berkesan bagi jurnalis saat mobilling, ialah saat berkunjung ke Pulau Buluh Kecil. Selain tertarik dengan keindahan pulau, terumbu karang dan aktivitas masyarakatnya, juga terkesan dengan keramahan penduduk etnis Bugis pulau ini. Aris, sesepuh pulau ini, bersama warganya menyambut 20 orang jurnalis dengan hangat. Para jurnalis disuguhi ikan bakar langsung dari panggang, kopi hangat dan kue.

Menjelang petang, semua peserta Festival Karimata sudah kembali ke tempat istirahat, di rumah-rumah warga yang ditentukan.

salah satu suduit unik pulau karimata pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

salah satu suduit unik pulau karimata pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Minggu malam (18/10/2015), sekitar jam 19.00, dimulai acara hiburan musik Dangdut, Regge, dan musik bebas di halaman SD-SMP Desa Betok Jaya. Dikarenakan warga pulau-pulau di sekitar Pulau Karimata, belum tahu ada musik dangdut, penontonnya tidak terlalu membeludak. Sebagaimana budaya warga Indonesia, apalagi di kepulauan, lebih menyukai musik dangdut.

Setelah dihibur dengan musik, warga dan peserta disuguhkan film lokal Kayong Utara. Salah satunya, yaitu film “Ujang Tampoy Biak Kayong (UTBK)”, karya Simpang Mandiri Productions (SMP). Antusiasme penonton sangat tinggi. Tak sedikit penonton yang terpikal menyaksikan kelucuan dan kekonyolan yang dilakukan pemeran dalam film UTBK. Namun demikian, film ini memiliki pesan moral yang tinggi pula.

Senin (19/10/2015), diisi permainan rakyat balapan Jukong (perahu kecil nelayan yang terbuat dari satu pohon), balapan enggrang, dan festival makanan laut khas Karimata. Belasan buah speedboat mini milik bangsa asing pun ikut berpartisipasi, berlomba atas inisiatif mereka menghibur penonton.

kapal yachter yang ikut memeriahkan acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

kapal yachter yang ikut memeriahkan acara festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Sebelumnya, kontingen jurnalis trip mengunjungi Dusun Kelumpang dan ke desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata. Di desa Padang, 18 jurnalis berburu ke situs sejarah di Karimata. Melihat meriam peninggalan Kerajaan Karimata, mendatangi makam Raja Karimata – Tengku Abdul Jalil, serta melihat bekas telapak kaki Laksamana Cheng Ho.

Pada sore hari, dihari yang sama, pelayar (Sailor) dari kapal layar (Sail) yang mencapai 17 buah, bertandang ke dermaga desa Betok Jaya. Pelayar berkebangsaan Selandia Baru hingga Australia disambut Bupati H Hildi Hamid dan peserta Festival Karimata 2015 dan warga desa.

Padahal ketika awal kontingen Festival Karimata 2015 bertandang ke desa Betok Jaya, hanya terlihat dua kapal Sail saja yang berlabuh di perairan Karimata. Namun di hari ketiga festival, jumlahnya mencapai 17 buah Sail.

Para Sailor yang berlabuh di Karimata, merupakan peserta “Yacht Rally Sail Indonesia 2015”. Para pengelana samudera itu, sejak dilepas dari titik awal di pelabuhan kota Darwin (Australia) pada Juli lalu. Berkeliling perairan Indonesia selama tiga bulan, dan berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan di setiap titik singgah.

kapal nelayan yang membawa masyarakat festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

kapal nelayan yang membawa masyarakat festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Beberapa titik sudah mereka singgahi. Seperti Pulau Alor, Timor, Banda, Lembata, Wakatobi, Flores, Bali, beberapa titik di Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa, Kumai di Kalimantan Tengah. Dan pada Oktober ini mereka berada di Ketapang dan Kepulauan Karimata (Kalimantan Barat).

Sepulangnya dari Karimata, mereka akan meneruskan petualangannya menuju titik terakhir pelayaran di Indonesia, yakni Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebelum akhirnya berlayar ke Singapura dan berakhir di Langkawi, Malaysia.

Memasuki Senin malam (19/10/2015), banyak sekali warga dari belasan pulau-pulau yang ada sekitar desa Betok Jaya berdatangan menggunakan perahu. Tujuannya ingin melihat musik dangdut.

“Warga pulau-pulau di seberang, tidak tahu kalau ada musik dangdut di Festival Karimata 2015. Wajar di sajian musik pertama, penonton dari warga lokal hanya di pulau Karimata saja. Setelah informasi menyebar ada musik dangdut lagi di malam berikutnya, langsunglah warga pulau-pulau sekitar berlabuh di dermaga desa Betok Jaya,” kata Sabarudin, warga desa Betok Jaya di Pulau Karimata.

hiruk pikuk kegiatan jukong race pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

hiruk pikuk kegiatan jukong race pada festival karimata 2015 menyambut sail karimata 2016

Selesai sholat Isya di masjid As-Syakirin Karimata, acara musik hingga pembagian hadiah digelar. Acara malam ini, banyak sekali warga lokal ingin menyaksikan penyanyi dangdut dari kecamatan Simpang Hilir yang telah melang-langbuana di dunia dangdut, Ita dan Anita, biduan berkerudung indah yang masih duduk di bangku kelas III SMAN 1 Simpang Hilir. Rupanya sajian musik dangdut hanya sekejap, karena harus berbagi musik DJ dan musik  lainnya.

Selasa subuh (20/10/2015), belasan warga lokal dari pulau seberang yang mencintai musik dangdut itu berbondong-bondong balik, mengendarai beberapa perahu kecil. Alasannya ombaknya masih kecil. Walaupun hanya mendengarkan musik dangdut yang sebentar karena harus berbagi dengan musik gaya lain, mereka mengaku cukup senang.

“Warga pulau-pulau dan pulau Karimata sendiri, berbondong-bondong datang karena musik dangdut. Ada kebiasan menyawer penyanyi dangdut yang gila-gilaan di sini. Sudah banyak warga lokal ingin  menyawer penyanyi di bagian pertengahan, namun musik dangdut rupanya bukan diutamakan panitia bagi warga lokal. Wajar banyak balik duluan. Kita juga paham peserta Festival Karimata banyak warga luar yang mungkin kurang suka dangdut,” kata Edi Har, warga Karimata lainnya.

Ada kisah menarik dari seorang ibu paruh baya. Hanya ingin berpartisipasi di Festival Karimata, beliau rela pulang ke kampung halamannya Betok Jaya. Padahal 5 hari sebelumnya, beliau nginap 5 hari di RS Agoes Djam Ketapang. Seharusnya masa-masa ini adalah masa penyembuhan baginya. Numun, karena tanggung jawabnya sebagai anggota PKK desa Betok Jaya, beliau tak mengindahkan sakit yang dideranya.

Sapaan akrab ibu tersebut “ibu Sabar”. Karena mengambil dari nama anaknya Sabarudin. Di rumah ibu Sabar, peserta yang terdiri dari 3 orang tim jurnalis, 1 orang jurnalis, 3 orang intertaint dan 1 orang Bagian Humas Protokoler Pemda kayong utara dilayani sepenuh hati. Perlengkapan tidur, kamar dan air mandi disediakan oleh tuan rumah. Padahal, saat ini air leding sedang macet di desa Betok Jaya akibat kemarau panjang.

Kemudian, rumah ibu Sabar tidak terdaftar sebagai tempat penginapan bagi peserta di panitia. Namun demikian, ibu Sabar di dukung suami dan 2 orang anaknya, telah menyediakan keperluan makanan dan minuman untuk tamu yang ada di rumahnya. Bahkan, hampir tiap hari tamu di rumahnya dibakarkan ikan oleh anaknya Sabarudin.

Keramahan warga di Kepulauan Karimata tak hanya diperankan pak Aris atau ibu Sabar saja. Rata-rata warga di Kepulauan Karimata ramah dan bersahabat kepada warga pendatang. Pelayanan pemilik 2 rumah yang ditempati jurnalis trip pun sangat memuasan jurnalis. Para jurnalis merasa nyaman dan leluasa berada di rumah yang mereka tempati. Demikian pengakuan Aris Munandar, wartawan Media Indonesia (MI) milik Media Grup Surya Paloh.

bupati kayong utara ikut membaur dengan peserta festival karimata 2015 menyambut sail selat karimata 2016

Keramahan Warga Negeri Bertuah yang Membuat Betah aktivitas bupati kku saat di wawancara para jurnalis dari berbagai media

Rasa persaudaraan dan semangat kegotong-royongan masih mereka junjung tinggi warga Kepulauan Karimata. Demikian juga dengan adat-istiadat masih mereka junjung tinggi pula. Namun demikian, sebagai tamu di pulau ini, pribahasa “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” harus kita pegang teguh.

Selama berada di Betok Jaya Kepulauan Karimata, para jurnalis harus berpuasa internetan dan berkomunikasi via hand phone, sebab tower mini yang ada di Betok sedang mengalami gangguan. Tapi, hal ini tak menyurutkan semangat jurnalis untuk tetap mendatangi tepat ini dilain waktu. Mereka tetap merasa tertantang datang ke Kepulauan Karimata, permata biru Kalimantan Barat.

Selasa pagi (20/10/2015), seluruh peserta Festival Karimata 2015 kembali ke Sukadana. Malam hari sampai di dermaga PPI Sukadana. Keesok harinya, Rabu (21/10/2015), para kuli pena yang tergabung dalam Jurnalis Trip di Festivalk Karimata 2015, kembali ke dapur redaksi masing-masing. (WK Tim)

 

Posted on 23 Oktober 2015, in adat budaya, berita, cerkong, ekonomi, galeri, Hot Issue, Humaniora, Kasus, kreativitas, lingkungan, melayu punye cerite, Misteri, Opini, Parlementaria, Pendidikan, Politik, Sastra, sejarah, Tokoh, Uncategorized, Warta Desa, Warta Umat, wisata and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: