Gunung Sembilan: Antara Pangan dan Harapan


irigasi pertanian gunung 9, warta kayong_kalbar

Sarana dan prasaran pertanian, adalah suatu keniscayaan yang harus terpenuhi, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Tanpa dukungan sarana dan prasarana yang baik, maka hasil pertanian pun bisa tidak baik pula.

Senada dengan persoalan tersebut, itu pula yang dirasakan petani di desa Gunung Sembilan, Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Potensi pertanian di desa ini sangat menjanjikan. Namun keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, merupakan kondisi yang tak terpisahkan bagi petani setempat.

Abdul Kadir, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Nirmala, kepada WK baru-baru ini mengemukakan kendala-kendala yang dihadapi petani di desanya. Seperti, di dusun Sebadal dan dan Tambak Rawang misalnya, tidak memiliki irigasi. Sedangkan sumber airnya tersedia.

Sedangkan di dusun Nirmala, perlu perbaikan irigasi. Sebab, irigasi yang ada kondisinya tidak sempurna lagi. Ketika musim kemarau tiba, untuk memenuhi kebutuhan air di lahan sawah yang ada relatif susah. Karena, kondisi talang yang ada banyak yang bocor/jebol. Sehingga air merembes kemana-mana.

Selain kebutuhan irigasi yang belum seratus persen terpenuhi, areal pertanian di desa Gunung Sembilan pun sering terendam air pasang laut. Ini disebabkan, tidak tersedianya tanggul air asin. Dampak tersebut dirasakan warga dusun Nirmala dan Sebadal. Karena, dua dusun ini bersentuhan langsung dengan bibir pantai laut Sukadana.

irigasi pertanian gunung 9, warta kayong, kalbar

Kondisi lahan pertanian yang terendam air asin, dampaknya, padi akan menguning, bahkan menyebabkab kematian. Atau bisa gagal tanam atau panen. Disisi lain, ketersediaan lahan pertanian di desa Gunung Sembilan sangat terbatas. Sebab, Gunung Sembilan dipagari kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Tentu sangat mustahil tersedianya areal pertaniaan baru di kawasan TNGP. Syukur-syukur, areal yang ada, benar-benar bisa dimaksimalkan dengan baik. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Sehingga masyarakat tidak berpikir untuk menganggu hutan yang ada, demi perluasan areal pertanian baru.

Roesdiany, PPL Gunung Sembilan, membenarkan pernyataan Abdul Kadir. Menurut Roesdiany, dukungan sarana dan prasarana pertanian bagi warga setempat penting. Setidaknya, itulah kompensasi yang bisa dinikmati warga yang tinggal di kawasan TNGP.

Selain itu, masayarakat setempat tidak bisa berbuat banyak atas kawasan desa mereka. Sementara, sumber kehidupan utama masyarakat setempat ialah bertani. Agar hutan tetap terjaga dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, dukungan pemerintah atau pihak terkait terhadap mata pencarian masyarakat setempat, adalah wajib hukumnya, seloroh Roesdiany.

Foto0075

Untuk menunjang pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan tanggul air asin adalah kebutuhan mutlak dan prioritas saat ini. Sehingga, usaha tani warga tidak terancam gagal. Demikian juga dengan perbaikan dan pembangunan irigasi baru di areal yang ada, mutlak dan prioritas.

Berulang kali usulan dilayangkan ke pihak terkait setiap tahun anggaran. Namun, hingga hari ini, tanggul air dan irigasi yang dibutuhkan belum terkabul. Kendati demikian, petani setempat tetap optimis, bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. (Has)

Posted on 1 Mei 2015, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: