Napak Tilas Masa Lalu, Padepokan MOLIMO


* Exclusive.
napak tilas masa lalu padepokan molimo ketapang _lokasi latihan
Sebuah perjalanan dari sisi spiritual, dimana ini adalah kisah masa lalu dari penulis sendiri. Sebelumnya penulis akan awali dimana pertama kali tertarik dengan dunia Supranatural, mungkin kita semua memiliki ketertarikan atas dunia tersebut. Oke sepakat, kita semua tertarik walaupun akhirnya hanya sebatas di alam bawah sadar tanpa kita explorasi.
Usia MTs penulis sudah kesengsem dengan hal hal Ghaib atau dunia supranatural. Suatu hari ketika pulang dari sekolah melintasi jalan setapak, penulis mendapati satu buku yang telah usang dan sobek di sana sini. Setelah di dapati ternyata itu adalah buku yang mengulas tentang tenaga dalam, entah dari mana asal buku yang berharga itu. Hanya sayangnya buku tersebut tidak lengkap sehingga penulis merasa penasaran.
Dengan membaca buku yang sepotong itu, rasa penasaran penulis saat itu semakin mmebuncah. Sudah mencoba saat itu untuk mencari buku yang serupa di pasar Teluk Melano, namun tidak pernah ada, paling pol yang ada adalah, bacaan roman picisan orang dewasa atau buku buku fiksi yang sama sekali jauh dari harapan.napak tilas masa lalu padepokan molimo ketapang ruang dalam
Hingga akhirnya di Tahun 1999 waktu itu penulis Hijrah ke Kabupaten Ketapang untuk meneruskan studi di Madrasah Aliyah Negeri. Mula mula penulis ikut bergabung di perguruan pencak silat Setia Hati Terate. Saat itu latihannya setiap malam Kamis dan malam Minggu di Gg Rambai Samping Gedung Pancasila Ketapang. Latihannya lumayan ketat, Fisik dan mental harus kuat kalau tidak, maka umur di perguruan tidak bakalan lama. Mas Purnomo dan Mas Asnan adalah pelatih kami. Perguruan ini cukup bagus, yang di utamakan adalah akhlak budi pekerti yang luhur, bukan kejadukan ( kesaktian).
Sambil mengikuti SH terate, saat itu penulis memasuki babak yang di cari cari dalam dunia supranatural. Penulis masuk di pergurun MOLIMO ketapang. Nama perguruan ini bukan tanpa makna. MOLIMO berasal dari dua kalimat yakni MOH berarti tidak, dan LIMO berarti Lima. Secara harfiah orang yang masuk perguruan MOLIMO Tidak boleh mengerjakan 5 Hal yang menjadi larangan yakni : 1. Madat ( Narkoba) 2. Madon ( Melonte) 3. Maling ( mencuri ) 4. Main ( Main Judi ) 5. Mabuk ( Minum Minuman Keras Dan Sejenisnya ).
Begitulah ajaran di padepokan MOLIMO. salah satu pendiri MOLIMO saat itu adalah Sugimo BA, dan Wakiman BA pada tahun 1980 an di ketapang. Lalu kemudian lama kelamaan MOLIMO berkembang hingga memiliki banyak anggota. Pada Tahun 2000 an ketika penulis masuk, jumlah anggotanya saja sudah ribuan yang masuk dalam data base.
Latihan di padepokan MOLIMO setiap malam Jum`at, Mulai pukul 08.00 Hingga Pukul 00.00 dini hari. Alamat padepokan saat itu masih sampai sekarang, yakni di JL. Gatot Subroto Payak Kumang Ketapang dekat dengan Surau Al- ghufron.

napak tilas masa lalu padepokan molimo ketapang
Lokasi padepokan MOLIMO tepat di belakang rumah Wakiman B.A, (Guru besar MOLIMO). Di tempat yang repsentatif di tanah seluas seperempat hektar, dengan pagar keliling setinggi 4 meter tersebut, para murid MOLIMO lebih leluasa melakukan latihan olah tenaga dalam.
Pelatih di tahun 2000 an itu adalah ; Alm Nanang, Hamdan, Ampuh Parsetyo. Saat ini pelatih yang masih aktif adalah Hamdan yang tinggal di Jl. Saunan Ketapang. Untuk guru besar sendiri, biasanya datang hanya melihat lihat suasana latihan saja.
Dalam melakukan olah tenaga dalam, yang di ajarkan di padepokan MOLIMO, pertama tama adalah mengatur pernafasan. Lalu setelah itu menghafal Jurus. Berbeda dengan jurus pencak silat, di padepokan MOLIMO sebagai padepokan tenaga Dalam, jurus adalah bagian dari terapan tenaga Dalam itu sendiri.
Ada 10 jenis Jurus pakem padepokan MOLIMO, dan uniknya masing masing jurus tersebut bisa di kembangkan sesuai dengan keinginan serta bakat masing masing. Misalnya saja untuk pengobatan, atau untuk tekhnik bertahan, atau penyerangan. Semua jurus dapat di manfaatkan sesuai keperluan dan keinginan. Namun tentunya tak semudah apa yang di bayangkan, untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa ternyata tidak bisa di dapatkan dengan cara Instan, ini berlaku bagi kondisi apapun. Begitu juga dengan perkara tenaga dalam, ternyata lebih sulit dan perjuangannya lebh keras, sebab yang di utamakan adalah bagaimana kita terlebih dahulu dapat mengendalikan diri dan hawa nafsu.
Maka untuk melakukan upaya tersebut, saat itu para murid MOLIMO sering di anjurkan untuk melakukan Tirakat ( prihatin ), seperti puasa senin dan kamis, atau puasa mutih, bahkan puasa ngebleng. Semua keprihatinan itu bertujuan untuk menjaga diri dan melakukan upaya bersih bersih, supaya kita lebih bisa memahami kehidupan dan memahami alam ini.
Jika Upaya prihatin tersebut semakin sering di lakukan, maka akan semakin peka pula feeling atau mata batin kita. Dan dari sanalah awal kekuatan tenaga dalam itu bermula. Dan sejatinya tenaga dalam bukanlah sesuatu yang harus di tampak tampakkan, atau sesuatu yang harus di pertunjukkan, bukan sama sekali bukan. Tenaga dalam yang sejati, adalah menyatunya diri dengan alam, menyatunya diri dengan segala bentuk Dzat, yang endingnya Tenaga Dalam akan selalu menuntun kita untuk melihat segala sesuatu dengan Mata Bathin, bukan saja mata telanjang.
Kembali ke napak tilas, di MOLIMO sendiri ada tingkatan keilmuan yang di tandai dengan “khataman”. Untuk pemula akan memasuki Khataman Kecil, setelah itu masuk ke Khataman Besar. Di mana saat Khataman besar ini harus melewati Uji mental dan fisik dengan sangat kekat, misalnya dengan tidur di Kuburan dan test jurus. Apabila tidak lulus maka ia harus mengulang satu tahun kemudian, yakni pada malam 1 Suro (1 Muharram).
Pada prosesi khataman besar ini, setiap peserta di wajibkan puasa terlebih dahulu sebelum menjalani Uji mental dan fisik. Dan juga peserta di wajibkan untuk membawa masing masing ayam Jago. Yang kemudian ayam jago tersebut di masak sama sama dan di buat ingkung (ayam utuh di masak namun sudah di siang). Lalu malamnya ayam Ingkung yang sudah siap di Do`akan oleh seorang Kiai kemudian di makan sama sama. Secara garis besar ritual Khataman besar berlangsung 3 hari tiga malam berturut turut.
Setelah lulus mengikuti Khataman besar, 6 Bulan kemudian bisa mengikuti Khataman Pemutihan. Lalu malam satu muharam berikutnya jika lolos bisa mengikuti khataman Sesepuhan. Dimana pada khataman tingkat akhir ini sudah berhak untuk menjadi pelatih.
Pada saat itu penulis sampai pada Khataman Pemutihan, setelah itu penulis memilih untuk mengaktifkan MOLIMO dari sisi organisasi. Pada Tahun 2001 di bentuklah organisasi sayap Molimo yang di beri nama IKBMK (Ikatan Keluarga Besar Molimo Ketapang). Penulis terlibat aktif di dalamnya dan kebetulan terpilih menjadi ketua.
IKBMK tampil sebagai ujung tombak Padepokan MOLIMO, hal hal berkenaan dengan promosi atau perekrutan Massa dan kepemudaan saat itu di tangani oleh IKBMK. Bahkan pada Tahun 2002 MOLIMO memiliki perpustakaan sendiri dengan berbagai buku bacaan seputar dunia Supranatural. Bahkan penulis saat itu menyumbangkan 2 buku karya penulis yang saat itu masih di ketik memakai mesin ketik manual.
MOLIMO sempat berkibar di tahun 2002, saat itu dari berbagai kalangan banyak yang berminat menuntut Ilmu di sana. Setiap malam Jum`at Latihan selalu ramai, bahkan pernah dua sesion latihan sangking ramainya.
Setelah beberapa tahun berlalu. Sepeninggal penulis, kabar terakhir MOLIMO kini sudah tidak seramai dulu, Pelatihnya hanya tinggal Pak Hamdan dan Guru Besar ( Wakiman BA) , sementara yang lain sudah pindah bahkan ada yang wafat. Namun dengan keadaan tersebut bukan berarti padepokan MOLIMO lalu musnah, sebab hingga kini api semangat itu masih ada. (MIFTAHUIL HUDA)

Posted on 28 April 2015, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: