Kesetiaan Dua Sejoli Dari Tanjung Satai


Kisah Cinta Tak Bersyarat Dua JUL.

kisah Dua Sejoli dari satai  yang setia 2015

(foto Julhiar Dan juliana saat menyebarang bersama juliana istrinya)

Mungkin tak kan pernah ada….
Cinta yang tercipta seindah cintamu ,
Mampu tersenyum di atas kepedihan
Dan tak pernah mengeluh,
walau badai ,sering mendera..
Dalam hidup dan di dalam cinta

Dan mungkin tak kan pernah ada…
Rasa yang tercipta melebihi rasamu ,
Yang tak pernah letih , menggenggam cinta
Walau diri , rapuh dan lemah..
Namun kau tetap setia..
Dan meskipun cinta..
Tak mampu membahagiakanmu

Kau teramat indah..
Bahkan lebih indah dari bintang yang bersinar
Berhiaskan kesetiaan ,
Dan bercahaya kelembutan
Di setiap detak jantungmu..
Bernafaskan kasih sayang ,
Yang membuatku , tak berdaya

Kekasihku….Memandangmu ,
Seperti aku memandang surga
Yang penuh kesejukan dan kedamaian
Karena rasa kasih sayangmu
Memancarkan semua keindahan
Sebagai dambaan , setiap hati..
Yang merindukan kebahagiaan 

 

Sebuah kisah di sebuah tempat terpencil bernama Dusun Pintau Desa Tanjung Satai kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara, Hiduplah sepasang suami isteri bernama Julhiar Dan Juliana.

Kedua insan ini berbeda secara fisik. Julhiar tak sesempurna pasangannya, ia cacat sejak lahir. ketika pertama kali ia melihat dunia kedua kakinya memang sudah tidak normal. maka hingga ia dewasa tubuhnya terlihat lebih pendek dari orang lain.

kisah Dua Sejoli dari satai  yang setia 2015 pintau

Ia berjalan tak sempurna, kaki yang berbetuk X dan tidak normal membuatnya tidak begitu leluasa bergerak. Namun itu semua tidak membuat dirinya berputus asa dan meminta belas kasihan begitu saja.

Julhiar membuktikan pada dunia bahwa ia juga bisa hidup seperti biasa. Ia tidak mengurung diri, ia aktif bersosial dan bekerja. Bahkan saat ini, walaupun statusnya masih honor, ia bekerja di staf Kecamatan Pulau Maya.

Masa lalu Julhiar penuh dengan perjuangan, ketika ia tamat SMP ia harus melanjutkan ke SMA seberang. Hal tersebut berhubung di tempatnya tidak ada SMA, maka terpaksa ia harus menyebarang ke SMA teluk batang. Itupun ia harus tinggal bersama keluarganya yang jauh di Desa Pulau Kumbang. Setiap hari, dengan fisiknya yang terbatas ia mengayuh sepeda dengan caranya sendiri. Sebab sepedanya juga tidak sama dengan sepeda biasa, tanpa pengengkol dan tanpa rantai begitulah sepedanya.

kisah Dua Sejoli dari satai  yang setia 2015 pintau  s

Dengan semangat Julhiar mengayuhkan kaki sebelahnya ke jalan untuk mendorong sepedanya hingga sampai ketempat tujuan. Begitulah hari harinya ia jalani menelusuri belasan Kilometer jarak sekolah dari rumahnya selama 3 tahun.

Tamat SMA, karena keterbatasan biaya ia pulang ke kampung halamannya di Dusun pintau dengan mengabdi menjadi staf Desa. Setelah beberapa Tahun ia lalu di pekerjakan di Kantor Camat Hingga saat ini.

Pada Tahun 2011 ia di takdirkan bertemu dengan wanita yang kelak menjadi pasangan setia dalam hidupnya. Juliana Namanya, ia masih berdarah tionghoa yang tinggal di Kabupaten Ketapang, yang kebetulan pada saat itu sering berkunjung ke tempat kerabatnya di Pintau.

kisah Dua Sejoli dari satai  yang setia 2015 pintau e

Mungkin Tuhan telah menggariskan hidup mereka untuk bersatu, tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan atas segala yang hidup di dunia ini. sekalipun perbedaan warna kulit, Ras, Agama dan suku yang menjadi jurang pemisah bagi Julhiar dan Juliana, namun CINTA tidak mengenal itu semua. Akhirnya Tuhan menyatukan mereka dengan keagungan Cinta yang masing masing mereka tautkan dalam satu ikatan Pernikahan yang syah dengan Ridhlo Ilahi.

Juliana adalah wanita biasa, namun yang membuatnya luar biasa ia sanggup menerima Julhiar apa adanya. Ma`rifat cintanya telah sampai pada satu pengertian yang sulit di mengerti oleh para pengumbar nafsu semata. Baginya mencintai Julhiar bukanlah pada pandangan Dzhair semata, namun lebih pada pandangan Cinta yang sempurna. Baginya Julhiar adalah sosok istimewa, sebab Julhiar mampu membuktikan bahwa ia setara dengan orang orang pada umumnya. Kendati ia terbatas fisik namun, kenyataanya justru ia mampu meretas anggapan pesimis sebagian orang yang berjiwa pemalas.

Waktu terus berjalan, dua Tahun kemudian ke dua pasangan itu di karuniai malaikat kecil yang menambah bumbu pelengkap kebahagiaan mereka. Sehari hari selain aktivitasnya di kantor camat, demi menutupi kehidupan keluarganya, Julhiar juga bekerja serabutan yang bisa menghasilkan uang yang halal untuk keluarganya.

kisah Dua Sejoli dari satai  yang setia 2015 pintau julhiar

Bahkan saat ini Julhiar dan Juliana sedang menanam cabe dengan jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran orang sepertinya. Ribuan batang cabe dan puluhan galangan ia tanam bersama istrinya yang setia.

Juliana kadang kadang iba melihat suaminya. Terutama saat musim hujan, pasti jalanan akan rusak, sehingga Suaminya ke kantor juga akan kesulitan dengan keterbatasan fisik tersebut. di tambah lagi jarak berkilo kilo meter yang harus di tempuh membuat Juliana seakan akan tak tega untuk mengenangnya. Tak jarang Juliana harus melepas kepergian suaminya tersayang hanya dengan mengayuh sampan untuk pergi kerja ke Kantor Camat saat musim hujan.

Demikianlah pelajaran hebat dari dua insan ini. semoga menjadi perenungan kita bersama atas realita yang Tuhan suguhkan di alam fana ini. (MIFTAHUL HUDA).

 

 

Posted on 6 April 2015, in Humaniora and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: