Pentingnya IT bagi Dunia Pendidikan  


???????????????????????????????

Kurangnya penguasaan Information and Technology (IT) bagi tenaga pendidik, satu di antara kendala yang dihadapi sekolah. Persoalan ini sering ditemui, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Padahal, saat ini semua administrasi dan informasi telah berbasis IT. Namun masih banyak tenaga pendidik (guru) yang tidak menguasai itu.

Demikian diungkapkan Raden Rajimin, Pengawas TK/SD Kecamatan Simpang Hilir, 6 Maret 2015. Di ruang kerjanya di kantor Camat Simpang Hilir, Rajimin mengemukakan persoalan seputar dunia pendidikan. Salah satunya, kelemahan guru dalam bidang IT.

“Permasalahan IT ini didominasi guru-guru senior atau usia di atas 40 tahun. Ini terjadi karena mereka enggan belajar dengan alasan umur, mata yang tak awas lagi dan beragam alasan lainnya. Bahkan ada sebagian guru yang beranggapan bahwa IT itu tidak penting. Sebab, mereka bisa meminta bantuan anak atau orang lain, ketika ada pekerjaan yang mengharuskan mereka berhubungan dengan IT. Sampai kapan hidup dan profesionalisme kita tergantung dengan orang lain?” sindir Rajimin.

Untuk menanggulangi kelemahan yang ada, Raden Rajimin bermaksud melaksanakan program pemerintah tentang pengentasan Gagap Teknologi (Gaptek) bagi guru TK dan SD. Dia ingin, dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) tingkat SD misalnya, tercantum kegiatan IT. Tujuannya tak lain, yaitu untuk meningkatkan profesionalitas seorang guru.

Rencananya tahun ini, Rajimin akan melakukan penilaian kinerja guru. Minimal 60 orang guru yang ada di Kecamatan Simpang Hilir, diberikan tugas yang berhubungan dengan IT.

Masing-masing kepala sekolah, diwajibkan melakukan penilaian terhadap tugas yang diberikan. Serta menilai, apakah program pengentasan Gaptek yang dimaksud, sudah dilaksanakan atau belum. Kemudian, hasilnya harus dikirim yang bersangkutan via email ke ‘padamu negeri’, milik Kemenbud.

Sekolah atau guru yang ikut program pengetasan Gaptek. Kemudian bisa meng-email-kan informasi atau data ke ‘padamu negeri’. Apabila mendapatkan persetujuan dari admin ‘padamu negeri’, maka dianggap telah melakukan program kerja tersebut dengan baik. Dan guru tersebut dianggap telah mengerti IT.

Tentu tak hanya sebatas tahu, kemudian proses belajar selesai. Raden Rajimin berharap, guru secara terus-menerus mengembangkan kemampuan profesionalismenya, dalam bentuk apapun. Termasuk dalam menjaga dan menerapkan kode etik seorang guru.

“Guru tidak boleh pasif, namun harus aktif. Bukan berarti, setelah menjadi guru, proses belajar guru telah selesai. Karena, mulai dari ayunan hingga ke liang lahat, kita diwajibkan belajar (menuntut ilmu). Semakin banyak kita belajar, maka semakin bertambah pengetahuan kita. Dengan pengetahuan, maka kita akan mudah memahami. Serta menerapkan disiplin ilmu yang kita pelajarai, dan mentransfernya ke anak didik kita. Di sini pula kualitas seorang guru dipertaruhkan,” ulas Rajimin.

Lebih lanjut Rajimin berharap. Dalam setiap proses pelaksanaan kegiatan/program, para guru harus memahami tujuan, manfaat dan perkembangannya. Baik program yang bersifat meningkatkan mutu pendidik, maupun keberhasilan anak  didik. Baik keberhasilan secara akademik, maupun skill dan moralitas anak didik. Semua ini tercemin pada kemapuan dan karakter guru itu sendiri.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Turun ke sekolah-sekolah memberikan bimbingan dan evaluasi, Rajimin menilai sekolah cukup berhasil. Keberhasilan yang dimaksud Rajimin, yaitu berhasil dalam melaksanakan proses belajar-mengajar, baik dalam penerapan materi pembelajaran, maupun pelaksanaan evaluasi terhadap siswa.

Hanya saja, Rajimin menemukan, bahwa masih banyak guru TK dan SD yang tidak menguasai IT. Sebab itu, program pengentasan Gaptek bagi guru harus dilaksanakan. Agar guru semakin profesional, mandiri dan menjadikan IT sebagai kebutuhan penting dalam dunia pendidikan. (M ILHAM)

Posted on 28 Maret 2015, in kreativitas. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: