H Hildi Hamid Pimpin DPD MABM KKU


warta-pemda-H-Hildi-Hamid-Pimpin-DPD-MABM-KKU-ok

//FOTO—1: Bupati H Hildi Hamid dikukuhkan Ketua Umum DPP MABM Kalbar H Chairil Effendy sebagai Ketua DPD MABM KKU di Hotel Mahkota Kayong Sukadana, Jumat (6/3).

 *DPD Majelis Perempuan Melayu KKU Dipimpin Munirah.

SUKADANA—Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kayong Utara (KKU) masa khidmat (pelayanan) 2015-2020. Terungkap di Musyawarah Daerah (Musda) II MABM KKU di Hotel Mahkota Kayong Sukadana, Jumat (6/3).

Pelantikan H Hildi Hamid dihadiri dan ditandatangani langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MABM Kalbar Prof DR H Chairil Effendy MS. Kemudian ditandatangani pula Sekretaris Umum DPP MABM Kalbar DR H Moch Haitami Salim MAg.

“Kepada seluruh jajaran DPD MABM Kabupaten Kayong Utara agar merencanakan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan visi dan misi organisasi, sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, serta berpedoman pada peraturan khusus organisasi (PKO) MABM Kalimantan Barat,” kata H Chairil Effendy.

Komposisi kepengurusan H Hildi Hamid ini, memiliki 18 orang dewan penasihat yang diketuai Idrus, dewan pemangku adat 17 orang yang diketuai Tengku Syarifuddin. Sedangkan di dewan pengurus harian, H Hildi Hamid memiliki ketua harian Masdar SPd, wakil ketua harian Syahwal Yahya SPd, Baharudin, M Chairani FR, Raden Koman, Hasan Basri, dan Hasanudin.

Bertindak sebagai sekretaris M Oma SSos, wakilnya Jakfar SPd, Ichwani SPdI, Molyadi SH, Yulisman SH, dan Rudi Handoko SSos. Bendahara Agus Rudi Suandi SE, wakilnya Amir Hamzah dan Handi SE MSi.

Kemudian memiliki pengurus bidang-bidang. Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Romi Wijaya SSos Msi memiliki enam pembantu. Ketua Bidang Penelitian Adat Budaya, Drs Mas Yuliandi dibantu lima orang. Ketua Bidang Pelestarian Adat, Hafiar SE dibantu enam personil.

Ketua Bidang Pemberdayaan Potensi Ekonomi Masyarakat, M Tharmidzi dibantu lima orang. Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan, Azhari SPdI MSi dibantu empat personil. Ketua Bidang Dana dan Sarana, Raden Syahrudin (Buyung) didukung enam personil. Ketua Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), H Deddy Effendy SH, didukung empat personil.

Ketua Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan Kajian Politik, Agus Suratman SE, didukung empat orang. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, Jumadi SSos MSi, didukung empat personil. Terakhir, Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga, Nazril Hijar Sag, didukung empat orang.

Sedangkan untuk DPD Majelis Perempuan Melayu KKU masa khidmat 2015-2019, ditetapkan Ketua Umum DPP Majelis Perempuan Melayu Kalbar Hj Hairiah SH MH dan sekretaris umumnya Dra Hj Rusnila Hamid MSi di Pontianak tertanggal 28 Februari 2015.

Komposisi kepengurusannya, Ketua Dewan Penasihat DPD Majelis Perempuan Melayu KKU Hj Diah Permata Hildi dengan anggota Rahma Idrus, Siti Fatimah Sukardi, Tengku Umiyati Hendri Siswanto. Dewan pakar, Tengku Zubaidah, Fatimah, dan Aisyah.

Dewan pengurus harian diketuai Munirah, wakil ketua Elyani, Nurhasanah, dan Utin Ernalita. Sekretaris Meliani, wakil sekretaris Ermawati Wahono. Bendahara Julianti, wakilnya Kamaratih Yuniarti. Bidang organisasi diketuai Ermayani. Bidang pendidikan diketuai Nurlaila. Bidang sosial budaya dan pariwisata diketuai Syarifah Zainab. Bidang ekonomi usaha perdagangan diketuai Tuti Susanti. Bidang hukum dan HAM diketuai Rukmini. Bidang pemberdayaan masyarakat diketuai Dwi Endah Setya Rini.

Tujuh rekomendasi

Hasil rapat Komisi A program umum lima tahunan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kayong Utara (KKU) masa bhakti 2015-2020, melahirkan melahirkan tujuh rekomendasi.

Rapat Komisi A yang menghasilkan tujuh rekomendasi ini dipimpin Masdar dengan sekretaris Herdiansyah. Poin pertama, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah berdirinya tempat-tempat yang berciri “Pekat”. Maksud “Pekat” ini merupakan singkatan dari “penyakit masyarakat”.

Kedua, meminta kepada pihak terkait agar lebih proaktif melakukan pembinaan terhadap kenakalan remaja, penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba), minuman keras (Miras), dan kenakalan remaja.

Ketiga, melestarikan sejarah adat Melayu. “Melalui menyusun buku-buku adat istiadat Melayu yang pernah atau masih ada di Kabupaten Kayong Utara. Kemudian mendorong film-film dokumenter Melayu dan lagu-lagu Melayu,” ungkap Masdar.

Keempat, pembentukan badan usaha atas nama MABM. Kelima, mendorong dan menyalin kerjasama kemitraan dengan media cetak dan elektronik, jika memungkinkan MABM memiliki media sendiri.

Keenam, perlu pembinaan lebih lanjut untuk prestasi olahraga, seni, dan budaya Melayu, melalui pendirian sanggar seni dan budaya. “Ketujuh, perlu adanya even rutin seni dan budaya Melayu sebagai tahapan seleksi dalam mengikuti even di tingkat lebih tinggi dan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, bergantian kecamatan,” kata Masdar.

Ketua Umum DPD MABM KKU H Hildi Hamid dalam mengatakan selaras dengan kemajuan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menuntut perhatian semua. Khususnya puak Melayu untuk dapat memelihara nilai-nilai luhur peradaban budaya Melayu yang memiliki kearifan, agar tidak terkikis oleh budaya asing. Di tengah-tengah maraknya kemajuan Iptek sekarang ini, komunitas Melayu dituntut untuk tetap dapat mempertahankan eksistensi marwah (kehormatan) Melayu.

“Sesuai dengan motto Melayu ‘Takkan Melayu Hilang Ditelan Zaman’. Hal ini bukanlah berarti komunitas Melayu tidak menerima peradaban atau bersikap antipati terhadap kemajuan peradaban tersebut,” kata H Hildi Hamid.

Ia berharap dengan dewan kepengursan MABM KKU yang merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan, dapat melakukan kegiatan pelestarian serta pengembangan adat budaya daerah. “Kemudian serta memperkokoh jati diri individu dan masyarakat dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah,” ajak dia.

Ketua Umum DPD MABM KKU H Hildi Hamid dalam kata sambutannya mengatakan selatas dengan kemajuan zaman dan perkembangan Iptek saat ini menuntut perhatian semua, khususnya etnis Melayu untuk dapat memelihara nilai-nilai luhur peradaban budaya Melayu yang memiliki kearifan, agar tidak terkikis oleh budaya asing. Di tengah-tengah maraknya kemajuan Iptek sekarang ini, komunitas Melayu dituntut untuk tetap dapat mempertahankan eksistensi marwah Melayu.

“Sesuai dengan motto Melayu ‘Takkan Melayu Hilang Ditelan Zaman’. Hal ini bukanlah berarti bahwa komunitas Melayu tidak menerima peradaban atau bersikap antipati terhadap kemajuan peradaban tersebut,” kata H Hildi Hamid.

Ia berharap dengan dewan kepengurusan MABM KKU yang merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan, dapat melakukan kegiatan pelestarian serta pengembangan adat budaya daerah, serta memperkokoh jati diri individu dan masyarakat dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. (mah)

Posted on 28 Maret 2015, in kreativitas and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: