Delapan Tahun Lahan Usaha 2 Dinanti


8 tahun LU dua di nanti8 tahun LU dua di nanti8 tahun LU dua di nanti

Delapan tahun sudah usia pemukiman transmigrasi SP-2 desa Rantau Panjang kecamatan  Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalbar. Namun sejauh ini tingkat perekonomian warga trans SP-2 masih tergolong labil.

“Kebanyakan warga trans SP2 ini bekerja sebagai perantau di perkebunan kelapa sawit atau pekerja serabutan, itu dikarenakan kurangnya lahan yang akan digarapnya. Karena di SP-2 Rantau Panjang untuk Lahan Usaha 2 sampai sekarang belum dibagikan. Bahkan untuk lokasi lahan ada di mana juga belum jelas,” keluh Supangat, 41 tahun, warga SP-2 Rantau Panjang.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh warga untuk mendapatkan haknya. Yaitu, Lahan Usaha 2 seluas 1 hektar, namun sampai saat ini belum juga berhasil.

Sudah belasan kali warga trans SP-2 menanyakan haknya ke Dinsosnakertrans KKU. Bahkan pada Januari 2012 warga mengadakan forum rembug yang diketuai Supangat. Mengundang kepala desa, BPD, PPL, dan Dinsosnakertrans KKU.

Pada saat itu sudah ada sedikit titik terang dan pihak pemerintah berjanji akan segera memberikan hak warga trans SP-2. Namun kenyatannya sampai sekarang ini janji tinggalah janji dan hanya harapan hampa.

“Kami warga SP-2  sangat mengharapkan hak kami Lahan Usaha 2 itu. Sebab lahan yang ada sekarang ini hanya ada 1 hektar. Bagaimana kami bisa hidup sejahtera kalau hanya mengandalkan Lahan Usaha 1 seluas 1 hektar itu? Sedangkan lahan kami sudah penuh tanaman permanen seperti karet dan kelapa sawit. Jadi kami sebagai petani bingung, di mana kami mau berladang menanam padi atau pun sayur-sayuran?” tanya Supangat.

Warga SP-2 lainnya, Miskun mengatakan warga sangat memerlukan Lahan Usaha 2 itu. Miskun sekarang ini mengaku sudah menyiapkan bibit sawit yang rencananya akan ditanam pada Lahan Usaha 2. Sebab Lahan Usaha 1 telah penuh tertanam karet. Kalau Lahan Usaha 2 tidak secepatnya diserahkan, bibit-bibit sawitnya terancam mubazir.

“Sedangkan harga getah karet sekarang ini sangat jauh di bawah harga standar. Apa mungkin dari hasil kebun karet 1 ha itu bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga kami. Warga trans SP-2 sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara ini, untuk memikirkan nasib kami, dan secepatnya menyerahkan hak Lahan Usaha 2 kepada kami,” pinta dia. (MISBAH)

 

Posted on 23 Maret 2015, in Kasus and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: