Febri, Kambing Aneh Dari Pulau Kumbang


Febri, Kambing Aneh Dari Pulau Kumbang

 

Nama kambing jantan yang aneh itu adalah Febri, ia di miliki oleh Jaitun 37 Tahun , salah seorang warga desa Pulau kumbang kecamatan simpang hilir kabupaten kayong utara.

Seperti yang di kisahkan Jaitun, bahwa febri kambingnya baru berumur 6 bulan. Ia mendapatkan kambing itu dari temannya. Febri sedari kecil tidak memiliki induk maka ia mendapat perhatian spesial dari Jaitun. Dari mulai Minuman, dari kecil ia selalu meminum susu Dancow. Dan tempat tidurnya bukan tempat tidur kambing biasa, melainkan ia tidur dirumah lengkap dengan kelambu dan kebutuhan mewahnya.Febri, Kambing Aneh Dari Pulau Kumbang 2015

Jaiyun mengaku sangat gemar dan hoby memelihara kambing, ada puluhan ternak kambingnya. Namun ia sangat perhatian dengan febri kambing pemberian temanya itu. Sebab ia menaruh iba lantaran febri sedari kecil di tinggal mati induknya lantaran sakit.

Selama Jaitun merawat ia memperlakukan Febri seperti merawat manusia, sebab ia juga rutin memandikan dan memberikan shampoo dan sabun. Sebab jika tidak maka febri akan sulit tidur. Begitu juga kalau mati lampu maka ia harus siap lilin atau pelita, kalau tidak maka febri juga akan mengembek. Dan satu lagi febri juga tidak biasa terkena nyamuk. Maka dari itu jaitun setiap harinya harus menghidupkan obat nyamauk agar gebri dapat tidur denga pulas.

Jaitun mengaku untuk biaya perawatan dan konsumsi febri memang sudah di alokasikan khusus. Untuk biaya minum susu saja per bulan jikalau di kalkulasi Rp 300.000 bisa kurang. Namun terkadang teman yang memberi ia kambing juga membelikan susu kebutuhan febri.

Febri, Kambing Aneh Dari Pulau Kumbang 2015 ok

Febri memang kambing yang beruntung dari kambing kambing lainnya. Ia mendapat tempat sepesial dan makanan yang spesial. Untuk rumput saja febri tidak mau makan rumput sembarangan, rumput yang ia makan harus bersih, maka lebih cenderung ia tidak memakan rumput yang di bawah melainkan ia memakan dedaunan seperti daun pohon ketapang, daun pohon nangka dan lain lain.

Mungkin karena sedari kecil ia tidak pernah berkumpul bersama kambing lainnya, maka ketika ia sudah menganjak dewasa dan akil baligh, nafsu yang ia miliki tidak tersalur. Dan anehnya ia bernafsu bukan pada kambing melainkan pada manusia. Sebetulnya sebuah kesalaha fahaman naluri pembiasaan saja yang membuat ia seperti itu.

Pernah di coba untuk di sandingkan dengan kambing pada umumnya, namun justru febri di tanduk dan di jauhi, maka semenjak itu Jaitun kasian dan memutuskan untuk tidak mencampurnya kembali dengan kambing kambing lain. Walau sebenarnya dari sisi kehewanan si kambing merasa kesepian, sebab tak bisa berkawan dengan yang lain, namun m,au bagaimana lagi febri sudah terlanjur menjadi kambing aneh yang pola hidupnya sudah bukan lagi pola hidup kambing pada umunya. ( MIFTAHUL HUDA).

 

 

Posted on 18 Maret 2015, in melayu punye cerite and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: