Menakar Hasil dari Menangkar Bibit


Budiman dan anaknya sedang melakukan penyambungan durian montong

Budiman (43 Tahun), warga Desa Harapan Mulia Sukadana. Merupakan satu-satunya penangkar bibit tanaman hortikultura yang ada di Kayong Utara. Dia tergolong suskses mengembangkan usaha ini. Sejak puluhan tahun, dia telah mengeluti usaha penangkaran. Banyaknya pesanan bibit, membuat dia kewalahan dalam memenuhi pemintaan pasar.

Jenis bibit horti (hortikultura) yang dikembangkan Budiman beragam. Semuanya berlabel unggul. Seperti durian, nangka, cempedak, rambutan, lengkeng, petai dan lain-lain. Tak hanya itu, dia juga mengembangkan bibit tanaman hutan, seperti gaharu dan aren. Bahkan Budiman merupakan satu-satunya penangkar aren yang ada di Kalbar.Tanaman Horti Hasil Penangkaran Budiman

Ketika kru WK bertandang ke rumahnya beberapa hari yang lalu. Bersama putri bungsunya, Budiman sedang sibuk melakukan penyambungan antara bibit durian lokal dan unggul. Batang bawahnya (stump) durian unggul lokal. Sedangkan batang atasnya (entres), yaitu varitas montong yang dia kembangkan di kebun entres sendiri.

Untuk durian saja, tak kurang dari seribu pohon bibit telah disiapkannya. Semua bibit ini, merupakan pesanan pelanggannya. Namun demikian, jika petani atau pengembang tanaman horti ingin membeli bibitnya, Budiman tak segan-segan melepaskannya.

Jika ingin memperoleh beragam bibit tanaman horti Budiman, sangat mudah. Sebab akses rumahnya berada di jalan raya, Jalan Provinsi Teluk Batang – Sukadana. Persisnya, tak jauh dari pertigaan Jalan Provinsi dan Jalan Mentubang. Yaitu, sekitar 150 meter ke arah Sukadana.Tanaman sayur-sayur Budiman di Perkarangan rumahnya

Saat ditanya, berapa bandrol harga satuan untuk setiap jenis bibit tersebut? Pria ramah dan murah senyum ini menjelaskan. Durian dihargai Rp. 30.000,00 – 35.000,00/batang. Rambutan, petai, nangka, cempedak, gaharu dan aren Rp. 30.000,00/batang. Sedangkan lenkeng, antara Rp. 50.000,00 – 100.000,00/batang.

Untuk memudahkan pekerjaannya, Budiman tidak merekrut tenaga kerja luar. Dia memanfaatkan tenaga kerja keluarga saja, anak-anak dan istrinya. Ini dilakukannya untuk mengefisienkan anggaran. Serta memanfaatkan tenaga kerja keluarga yang ada. Setidaknya, dia tidak memberi uang jajan percuma ke anak. Tapi mendidik anaknya agar mandiri di kemudian hari.

Dalam setahun, kadang Budiman bisa mengantongi puluhan, bahkan ratusan juta penghasilan (omzet) dari penjualan bibitnya. Dari hasil ini pula, dia mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, membangun rumah dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Pangsa pasar budiman tak hanya seputar Kayong Utara dan Ketapang saja. Namun merambah ke kabupaten/kota yang ada di Kalbar. Kemudian Kalimantan Tengah. Bahkan untuk bibit garunya, hingga memenuhi permintaan pembeli di Jawa Tengah.

Soal legalitas penangkaran bibit horti Budiman tak perlu diragukan. Penangkarnya telah tersertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Kalimantan Barat. Karena keahliannya pula, tahun 2006, dia mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Katapang tour ke Thailand. Negara yang terkenal dengan kemajuan dunia pertaniannya. Tak hanya prestasi itu. Banyak prestasi dan penghargaan yang diperoleh bapak dua putri ini. Baik sebagai penangkar, maupun sebagai abdi masyarakat.

Tak cuma menangkar bibit horti saja. Sosok yang tidak pelit berbagi ilmu dan pengetahuannya ini, juga membudidayakan tanaman sayuran di perkarangan rumahnya. Untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga malah berlebihan. Bahkan sebagian di jual dan disedekahkannya kepada teman dan sanak famili yang berkunjung ke rumahnya.

Kesibukan Budiman di penangkaran hortinya, tak membuat dia lupa dengan tanggung jawab pokoknya sebagai PPL Honor Daerah (Honda). Baginya, PPL adalah amanah dan ladang amalnya di masyarakat. Dia tak bisa mengandalkan gaji honorer ini sebagai penghasilkan pokok keluarganya. Sebab itu, dia tetap menekuni penangkaran sebagai penghasilan pokoknya. Karena pekerjaan ini telah ditekuninya jauh sebelum  dia bekerja sebagai Honda.

Posted on 17 Maret 2015, in ekonomi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: