KKU, bencana Mengintai …!


utama-1-Waspada-Bencana-Mengintai-ok gunung retak sukadana 2015

Dini hari, Rabu, 18 Februari 2015 di mulai sekitar pukul 10.00 malam hujan cukup deras disertai guntur petir yang bertalu-talu. Esok harinya kompleks Pemda KKU banjir dan di jajaran Gunung Lalang ditemukan longsor.

Hujan yang cukup deras berlangsung kurang lebih 5 jam dari mulai pukul 10 hingga menjelang subuh. Karena akibat hujan yang cukup deras, sontak saja pada esok hari luapan air hujan menggenang di mana-mana.banjir di dinas pendidikan dan kesehatan rabu 17 Februari 20151

Misal saja untuk wilayah Sukadana di beberapa perkantoran halamannya terendam air. Bahkan air hingga meluap ke badan jalan. Di beberapa pemukiman warga juga tak luput dari terjangan air hujan yang melimpah-ruah.banjir di jalan batu daya rabu 17 Februari 20151

Bahkan para petani banyak yang merugi, pasalnya padi dan tanaman mereka banyak terkena air bah sehingga rusak tidak dapat untuk di panen. Saleh, petani di Sukadana menyatakan bahwa Ia merugi sebab padi yang barusan ditanam banyak mati tercabut, disebabkan genangan air yang turun dari arah gunung.banjir di kemenag kku rabu 17 Februari 20151v

Saleh juga menyatakan bahwa ini akibat dari perusakan hutan di gunung, sebab karena pohon sudah tidak banyak lagi akhirnya air di atas tak mampu lagi bertahan. “Akhirnya sawah yang berada di bawah gunung menjadi sasaran amukan air,” papar Saleh.

Sementara di desa Harapan Mulia, akibat dari hujan yang mengguyur deras tersebut mengakibatkan salah satu deretan Gunung Lalang tersebut mengalami retakan yang memanjang dari atas hingga ke bawah.kondisi hutan di kalimantan 2010

Menurut salah seorang saksi, Atun, 47 tahun, mengatakan bahwa pada malam rabu subuh saat hujan deras terjadi terdengar seperti suara gemuruh. Namun Ia tidak tau kalau itu berasal dari gunung. Setelah pagi baru tahu jika suara tersebut adalah bersumber dari gunung yang retak tersebut.

Dari berbagai rentetan peristiwa di atas, sesungguhnya terjadi di Kayong Utara bukan hanya kali ini saja. Bahkan ini terjadi di semua penjuru dunia. Iklim tidak menentu, pemanasan global (global warming) semua adalah bentuk ketidakstabilan alam. Dan semua disebabkan akibat alam yang sudah di ambang kerusakan.

Misalnya saja pada tahun 2013, WK sempat memantau dan mendokumentasikan bagaimana luapan air pasang laut di sungai Simpang-Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara (KKU). Foto diambil dari atas jembatan Teluk Melano. Tampak dari kejauhan arus pasang laut sangat deras. Tiupan angin dari arah barat/selatan, semakin mendorong pasang laut naik ke permukaan daratan. Alhasil, pasar dan rumah penduduk banyak yang tergenang banjir.

Peristiwa serupa tidak hanya terjadi di Teluk Melano, namun hampir merata di wilayah pesisir KKU. Bahkah keterangan Mudamah, warga desa Sutera kecamatan Sukadana, Tugu Durian Sukadana terendam banjir juga pada tahun 2007.

Pasang yang melecit (sangat deras) tersebut menyebabkan pemukiman yang dekat dengan laut/sungai serta merta tergenang air. Akibat peristiwa ini, warga disekitar menjadi panik. Mereka bingung kenapa dan kenapa ini terjadi? Tapi sayang hanya sedikit yang bisa berkaca dan ber-muhasabah dari apa yang sudah terjadi, seandainya berbuat semua sudah pada tataran telat.

Belum lagi ancaman angin. Karena bencana alam yang selalu mengancam masyarakat Kalbar, yaitu banjir dan angin puting beliung. Beberapa bulan lalu, Desember 2014, angin putting beliung juga menyambar dua rumah warga desa Rantau Panjang kecamatan Simpang Hilir, hingga rata dengan tanah. Kemudian dua tahun yang lalu, Desember 2013, salah satu ruko (rumah toko) milik Jainol, beralamat di  dusun Pelerang desa Benawai Agung kecamatan Sukadana, juga runtuh disapu puting beliung.

Kendati tak ada korban dalam peristiwa di atas, namun masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, sedini mungkin. Pasalnya beberapa peringatan dan tanda-tanda akan bencana alam telah mengintai. Jika masyarakat tidak patuh dan ramah pada alam, peristiwa banjir wasior, tsunami Aceh akan mendekat ke Kay Utara.

Menurut Prakiraan Cuaca dari BMKG Kalbar, tanggal (21/02/2015) wilayah Sukadana dan sekitarnya masih dilanda hujan disertai angin. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk tetap waspada dan selalu siap-siaga. (WK Team)

 

 

Posted on 7 Maret 2015, in Hot Issue and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: