Lapuknya Surau Pemangkat


ummat-Lapuknya-Surau-Pemangkat-okkj 2015
 Jika lewat jalan raya menuju ke Teluk Batang, pasti lewat desa Pemangkat kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara (KKU). Di sebelah kiri jalan ke arah teluk batang, terlihat satu surau yang sudah reyot dan ditumbuhi semak belukar tidak terawat. Kalau yang tidak tahu akan berpikir bahwa masyarakat di sekitar surau itu pasti cuek bebek, tak mau mengurus surau. Atau tak mau ambil pusing untuk memikirkannya.

Rasa penasaran WK akhirnya terjawab setelah beberapa warga di sekitar surau tersebut memberikan keterangan. Ternyata tak seburuk yang disangkakan.

Surau yang diberi nama Hidayatusshalihin, sebuah nama yang diambil dari nama orang yang menghibahkan surau itu. Kondisinya memang sudah tak layak pakai, sebab bangunannya sudah sangat rentan dengan kerusakan. Ini diakibatkan surau itu bukan kayu keras, melainkan kayu punak, sehingga masyarakat sekitar takut melakukan ibadah disurau itu. Akhirnya dibiarkanlah surau tersebut rusak hingga bertahun-tahun.

ummat-Lapuknya-Surau-Pemangkat-ok

Menurut Kahairani. kepala dusun setempat, menuturkan surau Hidayatusshalihin sudah lebih dari lima tahun tidak dihuni oleh para jama`ah. Masyarakat sekitar yang ada, jikalau sholat masih saja ke masjid yang ada di Pemangkat, walaupun jauh. Karena bangunan yang sudah tidak layak hunilah mengakibatkan para jama`ah tidak berani lagi beribadah di surau itu.

Khairani yang menjabat Kadus baru beberapa bulan itu merasa prihatin dengan kondisi surau yang ada. Ia mengusulkan untuk melakukan pembangunan kembali surau yang sudah usang tersebut. Ia sangat berharap usulan itu dapat prioritas. Sebab surau tersebut demi kepentingan umat dalam rangka menjalankan ibadah dan membangun kesalehan sosial serta ukhuwah Islamiyyah.

Surau Hidayatusshalihin memiliki sejarah panjang. Pertama-tama yang mendirikan surau itu atas inisiatif Shalihin, yakni orang yang mewakafkan tanah tersebut untuk surau. Sepeninggalnya, surau diambil alih Abdul Jabar atau biasa dipanggil Pak Itam Antong.

Pada saat ini, pak Abdul Jabar sudah sulit bergerak karena udzur, maka rencana pengganti berikutnya untuk imam surau tersebut adalah Juhri.

Besar harapan warga setempat agar surau tersebut dapat dibangun kembali, sebab selama ini saat menjalankan ibdaha berjama`ah mereka harus datang jauh ke masjid induk di Pemangkat. Yang paling sulit dirasakan warga saat bulan puasa. Mereka harus sholat sunnah tarawih tiap hari ke tempat yang jauh. (MIFTAHUL HUDA)

Posted on 5 Maret 2015, in Warta Umat and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. akses jalan masbangun paket 2 mohon diperhatikan.. karena kerusakannya semakin parah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: