Pacaran Kebablasan Ancam Moral Remaja


mesum di pantai pulau datok 2012 ]

Pergaulan para remaja putri di Kalbar sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Banyak di antara mereka hamil hingga melahirkan di bawah usia standar untuk melangsungkan pernikahan. Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun lalu, banyak remaja putri di Kalbar berusia 15-19 tahun kebobolan.seronok pumidi kayong yang keterlaluan 2012

Mereka terpaksa harus melahirkan di usia yang notabenenya belum matang untuk berumahtangga. Berdasarkan survey dari SDKI itu, 104 per 1.000 remaja putri Kalbar yang berusia 15-19 tahun telah melahirkan. Angka ini jauh di atas angka rata-rata nasional yang nilainya berada pada angka 46 per 1.000 orang.ank anak mojok di pantai pasir mayang 2013

Jika kalkulasikan dengan jumlah remaja putri di Kalbar usia 15-19 tahun, jumlah itu jelas sangat tinggi. Ada sekitar 50 persen remaja putri di Kalbar usia 15-19 tahun yang sudah hamil.pemuda pemudi mjok semak semak di pantai pasir mayang 2013

Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya tingkat kelahiran remaja putri usia muda di Kalbar itu. Di antaranya masalah budaya hidup masyarakat, pergaulan bebas, hingga rendahnya pemahaman masyarakat, terutama remaja tentang kesehatan reproduksi (Kespro).

Di Kabupaten Kayong Utara (KKU) sendiri, kenakalan remaja saat ini memang juga sudah meraja-lela, bahkan merambah ke daerah yang memang jauh dari perkotaan. Seperti di daerah kepulaun.ank anka muda ngmpul di jembatan melano setiap malam minggu namun di tertibkan polisi 2014

Semua ini tidak bisa kita pungkiri lagi ancaman besar bagi kita untuk mengatasi masalah ini. Semua ini tentu memiliki kaitan erat dengan pendidikan dasar yang anak-anak terima di lingkungan rumah mereka khususnya dari para orangtua. Apalagi para orangtua saat ini bersikap acuh tak acuh kepada para anak-anak mereka. Karena beranggapan, bahwa hanya anak bisa tumbuh dengan baik melalui materi yang mereka berikan. Padahal itu adalah anggapan sangat keliru.anak Pank di melano merajalela 2012

Kebiasaan remaja yang memang saat ini sangat poluler adalah Virus Merah Jambu (VMJ) atau “pacaran” (dalam tanda kutip). Yang menjadi tren masa kini bagi mereka. Bahkan jika tidak punya pacar, itu semua menjadi ledekan aneh bagi mereka. Padahal rata-rata terjadi pergaulan bebas itu terjadi penyebab besarnya adalah “pacaran”.

Dan itu sudah terbukti bahwa perusak moral dan etika dalam bergaul antara sesama. Namun sayang, penyakit pacaran ini sudah menyerang anak-anak zaman sekarang, bahkan usia TK (taman kanak-kanak) sekalipun sudah menyentuhnya.

Kita bayangkan saja jika penyakit pacaran ini menjadi budaya dan bahkan mendapat dukungan hangat dari para orangtua. Maka apa yang akan terjadi? Tentu akan rusak dan porak-porandalah nilai moral dan sosial di masyarakat generasi penerus selanjutnya.

Serangan dari pihak Barat kepada negara bagian timur tidak hanya melewati senjata. Namun serangan secara pelan namun pasti sekarang ini sudah mengancam kita. Salah satunya adalah dengan merusak pikiran dan masa depan para remaja kita saat ini.

Bayangkan, remaja saat ini lebih senang bermain games dibandingkan belajar, lebih asyik dengan facebook, twitter,whatsup, dan sebagainya. Apalagi dengan serangan film semi porno yang ber-cover anime yang saat ini digandrungi para remaja. Sehingga jangan heran jika remaja sekarang tidak mempunyai akhlak dan etika serta nilai adat dan budaya.

Penyakit remaja saat ini memang sangat luwes. Untuk mata pelajaran anak SD saja sudah diajarkan sekulerisme, manusia berasal dari kera, dan lain sebagainya. Tentu semua itu sungguh mustahil. Dan sangat berdampak erat terhadap perkembangan mental remaja saat ini. Dewasa sekarang, penyakit remaja sudah menjadi benang merah dengan pendidikan yang orangtua berikan di lingkungan rumah.

Dan tanggung jawab kita bersama untuk mengatasi hal tersebut. Akibat dari coba-coba, akhirnya menjadi kebiasaan yang mendarahdaging. Pergaulan remaja yang melampaui batas, sangat berakibat buruk untuk saat ini dan di masa yang akan datang. Menikah di usia dini karena pacaran yang kebablasan menjadi pukulan keras bagi para orangtua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka.

Hamil usia muda jelas akan sangat mengancam, apalagi jika tidak diakhiri dengan perkawinan yang sah alias pernikahan dini. Ancaman sering muncul lantaran banyak wanita yang hamil muda mengakhiri dengan keputusan melakukan pengguguran kandungan. Ancaman terbesarnya adalah kematian!

Untuk mengatasi hal itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pemerintah, melalui instansi terkait. Termasuk di dalamnya. Sasarannya harus mencakup empataspek. Mulai dari masalah Narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, hingga pendewasaan usia perkawinan.

Tak hanya itu, yang lebih penting lagi adalah pendalaman pendidikan keagamaan.

Semoga ini menjadi pelajaran kita bersama. Untuk lebih memperhatikan anak-anak kita dan menekankan pendidikan agama yang mendasar. Tentu dengan demikian akan kita dapat masyarakat yang sejahtera dan berkualitas serta bisa memajukan bangsa dan negara kita. (M MUKHLIS SAPUTRA)

Posted on 21 Februari 2015, in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: