MPM Kayong Utara Sebar Virus Cinta Mangrove


mpm kayong utara sebar virus cinta mangrove 2014lokasi di tanjung satai pantai kerang 2015

lokasi di Desa Tanjung satai pantai kerang 2015

 

Minggu yang cerah, 1 Februari 2015, tim Masyarakat Peduli Mangrove (MPM) Kabupaten Kayong Utara, bertolak dari pelabuhan speedboat Sukadana menuju Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya. Dalam rangka melaksanakan salah satu misi pelestarian alam, yakni mengajak masyarakat untuk mencintai pohon mangrove.

Sosialisasi di Desa Tanjung satai  pantai kerang  2015

Sosialisasi di Desa Tanjung satai pantai kerang 2015

MPM yang diketua Abdul Rahman SH, terbentuk tahun 2014. Dengan motto “Udara Bersih Sumber Kehidupan”. MPM menggandeng dinas instansi terkait agar dapat menyamakan langkah untuk melestarikan lingkungan.

Sasaran utama program MPM untuk penghiujaun mangrove ini di Pantai Kerang Desa Tanjung Satai. Sebab daerah ini adalah daerah yang paling rentan terkena bencana. Hampir setiap tahun ancaman angin laut dan gelombang pasang, selalu menghantam rumah warga di sekitar pantai.

Ketika kami berbincang-bincang dengan warga Pantai Kerang, terungkap fakta mengejutkan, ternyata kondisi Pantai Kerang masa lalu digambarkan mereka tidak semiris saat ini. Jika dahulu Pantai Kerang ini cukup hijau, banyak ditumbuhi bakau dan pohon mangrove. Mereka menerangkan bahwa rumah pada era tahun 1980-an posisinya masih 15 meter ke laut.

mpm kayong utara sebar virus cinta mangrove 2014mpm kayong utara sebar virus cinta mangrove 2014mpm kayong utara sebar virus cinta mangrove 2014, lokasi di Desa Tanjung satai  pantai kerang  2015

lokasi di Desa Tanjung satai pantai kerang 2015

 

Namun ketika musim “balok”, banyak pohon mangrove dan bakau yang dirusak, sehingga lama-kelamaan punah. Akhirnya saat ini masyarakat juga yang merasakan efek negatif perbuatan masa lalu.

Saat ini kondisi Pantai Kerang memang menyedihkan. Tak sebatang pohon mangrove atau bakau pun yang tumbuh di pantai. Padahal di sepanjang Pantai Kerang membentang pemukiman para warga masyarakat. Hal ini cukup berbahaya apabila angin laut ataupun gelombang ganas menerpa bibir pantai, sebab tidak ada satupun penghalang gelombang ataupun angin. Walhasil banyak rumah warga Pantai Kerang yang rusak ketika diterjang gelombang ataupun angin.

Maka dengan kedatangan MPM ini dirasakan warga Pantai Kerang cukup membantu. Dan mungkin selama ini para warga masyarakat Pantai Kerang juga menunggu-nunggu upaya yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam mengatasi bencana tahunan yang biasa melanda pesisir pantai. Sudah tepat apabila MPM kali ini turun tangan, dengan cara memfasilitasi masyarakat secara penuh dari mulai pembibitan, penanaman bahkan hingga perawatan.

mpm kayong utara sebar virus cinta mangrove 2014 lokasi di tanjung satai pantai kerang 2015

lokasi di tanjung satai pantai kerang 2015

 

Misdianto, salah seorang warga Pantai Kerang merasa sangat bersyukur dengan niat baik MPM yang datang dengan membawa buah tangan program penghijauan mangrove. Menurut Misdianto, selama ini warga sebenarnya memiliki pemikiran yang sama untuk menanam mangrove. Tujuannya sebagai penghadang gelombang atau angin. Akan tetapi karena ekonomi dan kesibukan mencari sesuap nasi yang terkadang juga sulit, membuat masyarakat tidak dapat berbuat banyak.

Tim MPM sempat turun langsung ke lapangan bersama para warga masyarakat meninjau kondisi Pantai Kerang dari mulai sebelah utara. Setelah dipetakan, ada kurang lebih 2 kilometer (Km) lahan yang perlu ditanami mangrove, sebab jalur sepanjang itu bagian paling parah dan berbahaya bagi masyarakat pesisir Pantai Kerang.

Penyediaan bibit mangrove diambil dari daerah pintau. Jarak tempuh kurang lebih 8 Km dari Pantai Kerang. Jika di tempuh memakai motor kurang lebih 1 jam sebab jalan yang sulit. Tim MPM sempat meninjau lokasi yang akan diambil untuk bibit mangrove.

mpm kayong utara sebar virus cinta mangrove 2014mpm kayong utara sebar virus cinta mangrove 2014 lokasi di Desa Tanjung satai  pantai kerang  2015lokasi di Desa Tanjung satai pantai kerang 2015

Sungguh pemandangan yang berbanding terbalik, di Pintau suasana sejuk teduh dan hijau begitu terasa, sebab pantai yang dipenuhi pohon mangrove menjadi pemandangan alami yang tak membosankan. Di pintau, Tim MPM memesan bibit kepada kelompok binaan MPM yang berada di bawah komando Supa`at (mantan Kepala Desa Tanjung Satai).

Dalam kesepakatan MPM bersama Supa`at, bibit yang siap di tanam adalah bibit yang tumbuh subur atau paling tidak, sudah mencapai setengah meter.

Pada malam harinya, Tim MPM kembali ke Pantai Kerang, Desa Tanjung Satai dengan agenda rapat pembentukan kelompok mangrove binaan dari MPM. Dalam rapat pembentukan tersebut masyarakat Pantai Kerang cukup antusias. Puluhan warga berdatangan dan dengan khidmat mendengar penjelasan dari Tim MPM yang dikepalai Abdul Rahman.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai mekanisme kerja MPM ke depan dalam upaya melestarikan hutan mangrove. Mulai dari pembibitan, penanaman, dan perawatan hingga kesepakatan antara warga dan MPM ketika mangrove sudah tumbuh dan berkembang.

Beberapa kesepakatan yang dihasilkan di antaranya tidak boleh menebang satu pun pohon mangrove yang tumbuh di pantai, tidak boleh menangkap kepiting ataupun ikan yang sedang bertelur dengan alasan apapun, serta menjaga alam secara bersama-sama.

Kesepakatan tercapai, tinggal tekhnis yang akan diterapkan untuk beberapa bulan ke depan. Tim MPM akhirnya di pagi hari, pulang dengan damai melewati pelabuhan Tanjung Satai menuju ke Sukadana. Sebab, satu misi untuk menyebarkan virus cinta terhadap alam sudah tercapai. Misi selanjutnya menanti beberapa bulan lagi. (MIFTAHUL HUDA)

 

Posted on 20 Februari 2015, in lingkungan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: