Agus Setyoko, Bukan Polisi Biasa


Ujang Tampoy Bekisah

tokoh-Agus-Setyoko-Bukan-Polisi-Biasa-ok

Kini masyarakat Ketapang dan Kayong Utara tidak akan pernah melihat lagi salah satu sosok Muspida yang setiap hari “ngonthel’ saat pergi ngantor ke Polres. Saat ini Kapolres Agus Setiyoko sudah pindah dari Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, untuk menduduki jabatan barunya sebagai Kasubagminwa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdikpol Jakarta.

Sungguh sayang Agus Setyoko hanya bertahan enam bulan tugas di Ketapang-Kayong Utara. Waktu yang cukup singkat untuk melakukan sebuah perubahan terstruktur. Semua sepak terjang dan kebijakannya walaupun enam bulan di masyarakat sudah terasa. Bahkan tak sedikit oknum-oknum nakal yang ngeri dengan sosok mantan Kapolres yang humble (rendah hati) ini.tokoh-Agus-Setyoko-Bukan-Polisi-Biasa-oktokoh-Agus-Setyoko-Bukan-Polisi-Biasa-ok

Sosok polisi berpangkat yang sederhana ini sempat ramai menjadi pembicaraan, baik oleh masyarakat di Ketapang maupun Kayong Utara. Hal ini diakibatkan karena sepak terjangnya sebagai penegak hukum yang tidak biasa. Karakteristik yang sangat dikenali dari sosok ini dalam mengambil sebuah tindakan adalah, tidak pandang bulu siapapun jika bersalah akan ditindak. Tak peduli baik itu anak mafia atau bos mafianya, Agus maju terus tak gentar sedikit pun.

Satu lagi, Agus setyoko juga anti sogok ataupun gratifikasi. Pernah suatu ketika saat pertama kali bertugas di Ketapang, Agus mengumpulkan semua petinggi pengusaha dan perusahaan dengan maksud menginventarisir data dan nama mereka. Setelah selesai rapat, beberapa orang dari perusahaan datang padaanya dengan maksud memberikan hadiah berupa uang dan ada yang berupa aset, namun ditolaknya mentah-mentah. Apa kata agus setyoko?

Ia bilang, “Maaf pak, sebaiknya bapak berikan kepada karyawan bapak yang lebih memerlukan. Sampai saat ini alhamdulillah saya masih cukup untuk makan.” Ungkapan Agus yang halus menolak pemberian.

Semenjak kejadian tersebut nama Agus setyoko tenar dengan tidak makan sogok. Inilah yang membuat para mafia negri-ngeri sedap dengan Agus setyoko. Apabila sudah terjerat hukum, tidak ada pilihan lain, yakni hadapi dan hadapi tanpa bisa bermain.

10407170_tokoh-Agus-Setyoko-Bukan-Polisi-Biasa-ok10201998480682982_30061249439550740_n

Gebarakan Agus Setyoko yang paling fenomenal dan berani adalah soal bahan bakar minyak (BBM).  Ia mengaku sangat geram ketika pertama kali datang ke Ketapang, melihat BBM bersubsidi banyak disalahgunakan, wal hasil masyarakat umum jarang menikmati BBM bersubsidi.

Tentang BBM ini, pertama kali yang dilakukannya adalah mengamankan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dengan memonitor dan mengontrol secara ketat penjualan BBM bersubsidi tersebut.

Dalam operasi itu tak jarang Agus setyoko turun langsung dengan gayanya yang low profile. Setelah SPBU diamankan, Agus melarang para pengecer di areal SPBU untuk menjual minyak. Sebab, menurutnya, jarak masih terjangkau dan lagi dengan menjamurnya kios bensin di sekitar SPBU bisa menjadikan celah bocornya BBM bersubsidi.

10891916_800953293308335_4586898030978710144_n

Di Kayong Utara mengenai penyalahgunaan BBM pada Selasa (30/9/2014), sekitar pukul 04.30 subuh, Agus menangkap pelaku penyalahgunaan BBM jenis solar pada kapal transportasi angkutan Honda jurusan Teluk Batang-Rasau jaya.

Gebarakan lainnya yang fenomenal adalah soal pemberantasan praktek illegal logging (pembalakan liar) dan Narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang). Ketegasannya dalam memberantas praktek illegal logging dan Narkoba ini dibuktikan dengan beberapa kali diadakannya penangkapan pesta Narkoba. Agus tak pandang bulu sampai pada oknum kepolisiannya sendiri yang terlibat juga dilibas.

Agus setyoko juga melakukan terobosan di dalam lembaga kepolisian yang dipimpinnya. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya yang ada.

“Disiplin dalam lembaga ini adalah faktor utama yang harus ditegakkan, melalui lembaga pendidikan kepolisian tempat saya tugas nantinya, adalah salah satu ladang saya untuk mendidik para calon-calon polisi sebagai abdi masyarakat yang berkarakter,” ungkap Agus setyoko

Soal bersepeda, ketika WK Team bertanya apakah bersepeda hanya untuk pencitraan? Agus Setyoko dengan senyum ramah menjawab, semenjak dirinya pertama kali ditugaskan jadi polisi memang sudah naik sepeda. Hanya karena dulu pangkat saya masih rendah jadi tidak ada yang mau ekspose,” timpal Agus.

Selain itu, Agus memiliki pengharapan lain tentang bersepeda. Ia bermimpi suatu saat nanti semua orang akan kembali pada sepeda, sebab diprediksi sumber minyak suatu saat akan habis. Saat itulah kendaraan bermotor tak lagi ada manfaatnya. Dan masa itu pula manusia akan beralih menggunakan sepeda.

Betapa indahnya naik sepeda ungkap Agus Setyoko. Ia menerangkan bahwa dengan naik sepeda selain ramah lingkungan juga menyehatkan badan. Di sisi lain resiko kecelakaan juga tidak begitu besar.  (WK Team)

 

Posted on 13 Februari 2015, in Tokoh and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Yang baik dan benar, slalu saja disingkirkan, salah satunya dengan memberikan kenaikan jabatan..
    dan itulah sebenarnya yg diinginkan para oknum nakal, untuk tetap bisa leluasa seperti sedia kala..
    dan sayangnya tidak bisa lama membenahi ketapang, kini ketapang kembali lagi ke keadaan semula tanpa Beliau..
    “wellcome to the jungle… ”
    Smoga saja di Polri akan terus lahir sosok teladan, bersih & jujur seperti Beliau ini..
    Sukses Bp. Agus Setyoko..!!

  2. Polisi Hebat ini harus jadi Kapolri. Polisi yang tidak Koruptor. Yang sebelumnya jadi Kapolres Ketapan banyak di suap ya. Cek rekening gendutnya

    • luar biasa figur beliau patut menjadi contoh bagi sebagain petingi negeri ini. bagaimana melayani masyarakat ?, bukan bagaimana harus di layani itulah paling tidak teladan sederhana dr seorg agus setyoko

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: