Pesona Hadrah Bentukan NU Ranting Teluk Melano  


kreativitas-Pesona-Hadrah-Bentukan-NU-Ranting-Teluk-Melano-ok 2015

Berkarya menghidupkan Tradisi, mengharap Berkah dan syafa`at

(Motto grup hadrah Al Ibad)

Luar biasa, hanya dalam waktu kurang lebih satu bulan setelah pengurus ranting Nahdlotul Ulama (NU) Desa Teluk Melano menerima mandat, kini mereka telah melakukan terobosan dengan menghidupkan kembali seni hadrah yang saat ini mulai ditinggalkan penggemarnya.

Ketua Ranting NU Desa Teluk Melano, Asbun yang juga pemimpin hadrah menjelaskan sebab penggemar yang banyak ke lain hati dikarenakan seni hadrah kebanyakan monoton, sehingga dari dulu itu saja modelnya. Maka dari itu grup hadrah yang baru terbentuk ini walaupun dengan peralatan sederhana, namun dari sisi kualitas akan terus ditingkatan.

Grup hadrah bentukan ranting NU Desa Teluk Melano ini bernama Nurul Ibad, nama ini diambil dari nama surau di Desa Teluk Melano Hilir, yang mana surau ini dari sisi keremajaan dan kegiatan keagamaan yang lain juga sangat aktif.  Pertama kali grup ini tampil, saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW pada 3 Januari 2015.

Tak di sangka saat tampil perdana, grup hadrah yang beranggotakan lebih dari 16 orang ini cukup memukau para jama`ah. Pukulan tar dan gendang yang berirama ditambah lagi dengan alunan suara merdu serta sambutan sholawat dari anggota yang tak kalah memukau cukup untuk menyihir para jamaah yang ada pada waktu itu.

Salah seorang jamaah yang tertarik dengan permainan hadrah grup Al Ibad ini, setelah acara langsung saja melamar untuk mengisi di acara pernikahan anaknya. Malam itu juga salah seorang jamaah yang datang dari jauh yang juga tertarik dengan grup hadrah itu langsung memboking juga untuk acara Aqiqahan anaknya.

Jamaah itu adalah Ika, warga trans Rantau Panjang. Ia mengaku sangat senang mendengar lantunan Sholawat yang dibawakan grup hadrah ini. “Rasa-rasanya tak kalah dengan Habib Syeikh saat show,” ungkap Ika.

Pembentukan grup hadrah ini tidak terlepas dari kekompakan jamaah dan support para ustadz serta tokoh agama yang berada di surau Al Ibad. Salah satu yang sangat mendukung kegiatan itu adalah ustadz Jailani, sebagai orang yang dituakan merasa sangat bangga bisa melihat kereativitas baik tua maupun muda bahu-membahu dalam menghidupkan seni budaya hadrah ini.

Menurutnya dengan seni hadrah ini selain dapat memperkuat tali silaturahmi, namun juga dapat menghidupkan tradisi Sholawatan supaya lebih memasyarakat. WK Team

 

Posted on 10 Februari 2015, in Warta Umat and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: