Penobatan Raja Simpang, Kerinduan Kejayaan Masa Lalu


* Sebagian Foto Foto penobatan raja dan peninggalan masa lalu juga kami suguhkan di sini.

foto  ucapan selamat dari bupati kayong utara bupati pertama pada pelantikan raja simpang matan 2pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilirfoto  ucapan selamat dari bupati kayong utara bupati pertama pada pelantikan raja simpang matan 2pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Masih segar dalam ingatan kita tentang penobatan Raja Simpang. Beberapa tahun berlalu sejak Penobatan Raja Simpang ke-7 tepatnya tanggal 31 Mei 2008. Hasil mufakat keluarga antara Gusti Ibrahim, Gusti Abdul Muthalib, Gusti M Mulia, dan Gusti Mastur telah menyerahkan sepenuhnya kepada Drs H Gusti M Mulia bin Gusti Mesir bin Gusti Roem, untuk dinobatkan sebagai Raja Simpang ke-7 bergelar Sultan Muhammad Jamaluddin II.

pelantikan raja simpang matan 14wqq

iring iringan penobatan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Penobatan yang sakral saat itu dihadiri oleh para raja se-Kalimantan Barat, para pejabat di forum komunikasi pimpinan (Forkopinda), utusan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU), tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Kayong Utara pada umumnya. Penobatan Raja Simpang ini, diangkat oleh dewan adat suku yang berjumlah enam orang.

foto  enam  dewan adat pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilirfoto  enam  dewan adat pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Masing-masing suku itu, pertama Suku Mayak, berkewajiban menerima utusan yang datang. Ia adalah hulu balang pertama mewakili raja yang menangani hal-hal besar dan menggelar raja.

Kedua, Suku Mengkalang yang bertugas menalangi raja terhadap hal-hal yang tidak dapat dilakukan raja, serta menalanginya.  Ketiga Priyayi atau rerahi (muka) raja, menjadi raja sehari ketika raja wafat sedang belum ada penggantinya. Bahasa kerennya raja carateker.

Keempat, Suku Siring yang menjadi pengiring raja dan pemegang pusaka raja. Kelima diberi pangkat Mambal yang bertugas menambal hal raja, menambal adat, hingga menambal sarana yang rusak. Terakhir, Suku Panca, tidak ada referensi yang jelas tentang suku yang terakhir ini.

foto  dewan adat pada pelantikan raja simpang matan  pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

foto  dewan adat pada pelantikan raja simpang matan  pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Keenam suku inilah yang berhak dalam menyelenggarakan prosesi pengangkatan dan penobatan raja.

Keenam suku tersebut ditetapkan Ikatan Kekerabatan Keraton Simpang (IKRAS). Adapun yang mewakili keenam suku kala itu, Ilyas bin Abdurrahman sebagai Datuk Mayak, Sabar bin Nuh sebagai Datuk Mengkalang, Abdurrani bin Said sebagai Datuk Priyai, Asmah bin Onjol sebagai Nyai Siring, Gunawan ST bin Jamban sebagai Datuk Panca, Hanafi bin HM Salim sebagai Datuk Mambal. Surat penunjukan tersebut ditandatangani Gusti Ibrahim sebagai Ketua IKRAS dan Gusti Imron Nour sebagai Sekretaris IKRAS, ditetapkan pada 20 Mei 2008.

foto undangan pelantikan penobatan raja simpang matan tahun 2008 di kantor camat  simpang hilir kayong utara

foto undangan pelantikan penobatan raja simpang matan tahun 2008 di kantor camat  simpang hilir kayong utara

Peristiwa penobatan tersebut merupakan momen yang penting di tengah-tengah kondisi masyarakat yang mulai kehilangan identitas khususnya di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Kehilangan identitas dikarenakan semakin hari semakin banyak yang kurang mengenal sejarah, terutama daerahnya sendiri. Hal ini disebabkan kurangnya sumber-sumber bacaan atau tulisan, dan dokumentasi sejarah, serta saksi atau pelaku sejarah pada masa lampau yang mulai berkurang, menyebabkan semakin kurangnya pengenalan terhadap sejarah daerah terutama dari kalangan muda.

sk dari ikras ikatan kerajaan simpang matan yang menunjuk 6 dewan adat yang melantik penobatan raja pada tahun 2008

sk dari IKRAS (ikatan kerajaan simpang matan ), yang menunjuk 6 dewan adat yang melantik penobatan raja pada tahun 2008

suasana pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

suasana pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Sejak penyerahan kekuasaan dan aset-aset kerajaan yang dilebur pada tahun 1959 kepada pemerintah, maka semua inventaris kerajaan atau swapraja menjadi inventaris pemerintah. Sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah sendiri untuk memfasilitasi dan menjadi regulasi supaya menjaga dan melestarikan semua aset-aset tersebut. Namun kenyataan sungguh berbeda.

pidato raja simpang matan gusti muhammad mulia pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

pidato raja simpang matan gusti muhammad mulia pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Menurut Gusti Hukma, putra dari raja Simpang saat ini, kurangnya perhatian dari pemerintah menyebabkan hampir hilangnya semua aset sejarah, adat, dan budaya yang pernah ada di Kerajaan Simpang. Seperti Istana Simpang yang sudah miring karena tuanya bangunan tersebut sudah diratakan dengan tanah pada tahun 1980-an.

meninjau maket kerajaan pada pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir saat penobatan raja

meninjau maket kerajaan pada pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir saat penobatan raja

Belum lagi situs-situs dan makam-makam peninggalan sisa-sisa Kerajaan Simpang yang tidak terpelihara. Ditambah dengan pembalakan hutan serta perkebunan kelapa sawit yang lagi santernya sekarang ini yang masuk ke areal pemakaman sehingga merusak makam-makam ataupun situs-situs yang seharusnya dilindungi dan dilestarikan.

para tamu di pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

para tamu di pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Raden Jamhari, salah seorang pemerhati seni budaya lokal mengatakan, adanya acara penobatan Raja Simpang beberapa tahun silam diharapkan dapat terbentuknya Ikatan Kekerabatan Kerajaan Simpang. Diharapkan akan terjadi hubungan dan kerjasama yang saling pengertian antara pihak kerajaan yang mewakili nilai-nilai, adat seni, dan budaya. Termasuk situs-situs yang ada di wilayah bekas Kerajaan Simpang, pihak pemerintah sebagai pihak yang wajib memberikan fasilitas untuk melestarikannya.

peninggalan kerajaan simpan matan masa lalu melano tempo dulu

peninggalan kerajaan simpan matan masa lalu melano tempo dulu

Sedangkan swasta dan masyarakat sebagai pihak yang wajib menjaga, agar tidak merusak nilai-nilai dan seni dan budaya yang ada. Menjaga agar tidak merusak situs-situs yang ada dengan sebaik-baiknya. Dan tentunya hal itu juga tidak terlepas dari peranan masyarakat dan semua komponen.

para hulubalang pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

para hulubalang pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Putri bungsu dari almarhum Gusti Mastur bin Gusti Mesir, Utin Elika berharap semoga momen penobatan itu tidak hilang begitu saja. Namun dapat menjadi tonggak kerja sama yang kuat antara pemerintah, swasta, dan pihak kekerabatan Istana Simpang, untuk bersama dalam mengangkat dan melestarikan kembali nilai-nilai luhur, adat, seni, dan budaya yang pernah ada di wilayah Kerajaan Simpang.

malam hiburan pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

malam hiburan pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Menurut Raden Jamrudin, salah seorang pemerhati sejarah di kecamatan Simpang Hilir mengungkapkan bahwa dari berbagai sumber dan literatur, termasuk kitab tua karangan Mpu Prapanca menyebutkan bahwa pada abad ke-12 kerajaan Matan sudah ada.

foto  doa sebelum pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

 

foto  doa sebelum pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

Hal ini membuktikan bahwa pada masa lalu daerah Matan simpang hilir silam sangat jaya dan maju. Hal lain dibuktikan dengan makam makam tua yang berjumlah ribuan di bukit Matan.

foto  5 bersaudara anak gusti mesir pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

foto  5 bersaudara anak gusti mesir pada pelantikan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

“Dengan kebesaran tersebut kita bersama sama berharap pada pemerintah untuk kembali menghidupkan sejarah masa lalu sebagai aset dan penguatan identitas sebuah daerah. Salah satunya dengan membangun kembali keraton Simpang Matan yang pada saat penobatan dahulu, sempat direncanakan. Semoga upaya kita untuk mengangkat budaya lokal dan sejarah tersebut dapat membawa keberkahan bagi Bumi Tanah Bertuah ini,” Raden Jamrudin menjelaskan. (WK Team)

SUMBER foto dan data : Almarhum Gusti Mastur dan Keluraga kerajaan simpang matan.

menulusiru jejak kerajaan simpang matan bersama keluarga kerajaan

menulusiru jejak kerajaan simpang matan bersama keluarga kerajaan

naskah surat zaman jepang di kerajaan simpang matan_ simpang hilir kayong utara  warta kayong

naskah surat zaman jepang di kerajaan simpang matan_ simpang hilir kayong utara  warta kayong

foto raja gusti mesir simpang matan

foto raja gusti mesir simpang matan

foto dokumen surat gubernur kalimantan pada tahun 1954 yang masih berpusat di banjar masin yang  memberitahukan meninggalnya gusti mahmud sebagai keturunan dari kerajaan simpang matan

foto dokumen surat gubernur kalimantan pada tahun 1954 yang masih berpusat di banjar masin yang  memberitahukan meninggalnya gusti mahmud sebagai keturunan dari kerajaan simpang matan

foto  cap kerajaan simpang matan  simpang hilir kayong utara warta kayong

foto  cap kerajaan simpang matan  simpang hilir kayong utara warta kayong

foto  atraksi silat dalam  penobatan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

foto  atraksi silat dalam  penobatan raja simpang matan pada tahun 2008 di kantor camat simpang hilir

– ( warta kayong 2015) –

Posted on 10 Februari 2015, in sejarah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: