Ekstrakulikuler Penunjang Prestasi Remaja  


remaja-Ekstrakulikuler-Penunjang-Prestasi-Remaja-ok

Remaja adalah masa perubahan dari anak-anak menuju dewasa. Dalam masa ini individu memiliki keingintahuan yang tinggi dengan mencoba segala hal. Remaja juga sebagai faktor utama kemajuan SDM (sumber daya manusia). Tapi tidak jarang kita jumpai remaja yang berperilaku menyimpang dari norma dan kaidah yang berlaku, yaitu disebut dengan kenakalan remaja.

Umumnya di bangku sekolah tempat para remaja menimba ilmu, bersosialisasi dan menyalurkan bakat, terkadang siswa-siswi cenderung turun semangat belajarnya karena berbagai penyebab di antaranya, sering kita dengar dengan kata “galau”. Galau adalah keadaan remaja yang cenderung diam dan berlarut-larut dalam suatu masalah.

“Galau itu sebagian besar dialami semua remaja dan membuat para siswa murung dan banyak berdiam  diri. Bahkan lebih parahnya pada saat guru menjelaskan pelajaran, siswa yang dibilang galau tersebut terlihat memperhatikan tapi ketika ditanya tidak tahu apa-apa. Namun semua itu wajar dialami. Karena itulah masa mereka tapi orangtua dan guru harus memperhatikannya jangan sampai berlebihan,” ujar Joko Wusono, guru Bimbingan Konseling (BK) SMA Negeri 3 Simpang Hilir .

Dunia pendidikan sebagai patokan utama pengendalian remaja, peserta didik diharapkan sebagai ujung tombak dalam kemajuan ilmu. Contohnya di lembaga pendidikan yang gedungnya baru resmi setahun lalu, pada April 2014 telah mampu menghasilkan puluhan piala dari prestasi siswa-siswinya di ajang bergengsi. Seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN), dan even lainnya melalui eksakulikuler. Hal ini tentunya tidak lepas dari bimbingan guru yang profesioanal serta didukung dengan semangat siswa yang tinggi .

“Kami sangat berterima kasih kepada guru pembimbing sehingga kami dapat menyalurkan bakat dan minat kami. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang telah memberikan dukungan berupa fasilitas sekolah yang memadai,” kata Arifin, pemenang Juara II Pencak Silat.

Hal seperti ini perlu ditiru oleh remaja sekarang agar terus berprestasi dan terus meningkatkan SDM yang lebih baik. Karena dengan semangat dan apresiasi yang tinggi dalam menuntut ilmu dan mengembangkan bakat dan minat yang ada, kita semua saling berharap agar prestasi para pemuda dan pemudi KKU tidak hanya sekedar di tingkat kabupaten atau daerah saja, namun juga bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di regional maupun internasional.

Selain itu, remaja yang menjadi tumpuan utama dalam mencetak peradaban dan tren globalisasi, haruslah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam segala hal, tentunya dalam hal yang positif. Kita juga perlu memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para dewan guru yang telah memberikan pengajaran di bangku sekolah. Karena peran yang utama dalam membentuk karakter seorang anak itu adalah orangtua. Yang mana cikal bakal menjadi tajuk dan puncak keberhasilan serta kesuksesan generasi selanjutnya. (ROBIYANSYAH)

Posted on 8 Februari 2015, in Sastra and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: