Rela Jauh Jauh ke Al-Aqwam untuk Generasi Emas


pendidikan-Rela-Jauh-Jauh-ke-Al-Aqwam-untuk-Generasi-Emas-ok 2015

Sudiantoro, guru bidang studi Bahasa Inggris di SMPN 5 Simpang Hilir ini, rela membagi dirinya untuk mengajar di dua sekolah sekaligus. Tidak tanggung-tanggung rentang jarak sekolah yang ditempuhnya bukan dekat-dekat. Yakni dari kediamannya di Sungai Paduan ke Sungai Belit (desa Sejahtera) di ujung Sukadana.

Kurang lebih 70 Km, Sudiantoro menempuh perjalanan dari kediamannya ke sekolah swasta Al-Aqwam yang berada di bawah naungan Hidayatullah itu. Ia mengaku karena di SMPN 5 Simpang Hilir ada kekosongan waktu, maka diisnya dengan mengajar di sekolah Al-aqwam setara SMA/SMK tersebut.

Ketika ditanya kenapa bersemangat menempuh perjalanan sejauh itu? Dengan senyum, Sudiantoro menjawab bahwa, “Ada beberapa hal yang membuat dirinya terpacu untuk mengajar, satu di antaranya adalah cita-citanya bersama rekan-rekan yang ingin mewujudkan sekolah dengan sistem pembelajaran secara Integral, memadukan antara belajar umum dan agama.”

Dalam sistem tersebut, lanjut dia, Al-Aqwam mewajibkan setiap muridnya untuk menginap di asrama. Adapun tujuan dari hal tersebut adalah pada pola penerapan dalam pembelajaran yang dilakukan. Maka kelebihan sekolah ini adalah dapat melakukan praktek secara terus-menerus tanpa dipotong dengan segment rumahan atau yang lain.

Saat murid-murid menginap di asrama, untuk sementara ini ditanggung oleh pihak sekolah termasuk biaya makan dan minum dan penginapan. Setelah sekolah formal, para murid-murid menjadi santri, mereka wajib mengikuti kegiatan non formal yang berbasis keagamaan.

Kegiatan non formal yang berbasis keagamaan tersebut dikepalai oleh ustadz Ali Imron Rosyadi. Ia juga sebagai salah seorang pendiri yayasan Al-Aqwam yang menaungi SMK yang saat ini didirikan. Di dalam kegiatan belajar nonfomal tersebut, dihimpun dalam sebuah metode pembelajaran ala pondok pesantren dengan kemasan modern, sehingga murid lebih mudah menerima. Penerapan disiplin ibadah juga sangat ketat dengan tujuan untuk  membiasakan dan melatih diri untuk pembangunan karakter.

Pada awalnya penerapan disiplin kepada murid ini cukup berat. Terutama membiasakan untuk bangun subuh hari guna sholat subuh berjamaah. Namun setelah di beri pembinaan dan pendekatan yang intens akhirnya saat ini berjalan dengan lancar.

Untuk pembukaan tahun ajaran 2014-2015 saat ini SMK Al-Aqwam baru memiliki 15 siswa saja. Sebab selain sekolah yang baru dibuka persaingan dengan sekolah negeri yang tentunya memiliki fasilitas lebih juga menjadi faktor penentu.

Untuk pembiayaan kegiatan sekolah formal, SMK Al-Aqwam mengandalkan bantuan dana BOS dan BOP. Namun untuk kegiatan non formal sumber dananya dari swadaya, yakni dari sumbangan para donatur dan sahabat seperjuangan.

Karena sekolah ini terhitung baru, dalam hal pembiayaan sering kali kedodoran. Namun strategi mereka untuk memanajemen adalah menyiasati hal-hal yang paling penting dan intinya mencukup cukupkan apa yang didapatkan. “Konsep kami adalah sebuah perjuangan untuk generasi emas masa mendatang,” ungkap Ali Imron di acara sarasehan remaja.

Yayasan Al-Aqwam selain mampu membuat sekolah swasta walau sederhana, namun setiap tahunnya mampu mengirimkan putra-putri Kayong Utara yang memang betul-betul membutuhkan untuk kuliah gratis keluar daerah.

Syarat utama kuliah gratis tersebut adalah bisa mengaji dan komitmen terhadap perjuangan agama serta pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah nilai plus bagi masyarakat dan pemerintah, terutama dalam bidang membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdedikasi. (MIFTAHUL HUDA)

Posted on 7 Februari 2015, in Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: