Duka Hutan Penjalaan


*Pembabatan Akibat Ego Tak Bernurani.

hutbun-Duka-Hutan-Penjalaan-ok th 2015

“Perlu dipahamkan bahwa di hutan ada makhluk yang memiliki hak hidup yang sama dengan makhluk makhluk lainnya.”

Sungguh ironis di tengah maraknya pencegahan illegal logging (pembalakan liar) serta program penghijauan atau yang sering kita sebut dengan “anti global warming (pemenasan global) masih ada saja pembabatan hutan secara liar.

Apalagi pembabatan tersebut di sekitar hutan lindung dan hutan produksi dengan luas lahan kurang lebih sekitar 900 hektar (ha). Yang lebih mencengangkan lagi, bahkan terjadi tidak jauh dari kota Kabupaten Kayong Utara (KKU), yakni di desa penjalaan kecamatan simpang hilir.

Dengan mesin pembabat yang berjumlah lebih dari delapan mesin ditambah lagi mesin srekel yang berada tidak jauh dari hutan tersebut, membuat sebagian besar masyarakat menjadi resah.

Sangat menyedihkan dan menyayat hati, ketika menyaksikan keserakahan manusia yang membantai pohon pohon, sehingga bergelimpangan di hutan Penjalaan itu. Sungguh mereka seperti tak memahami, bahwa di hutan itu juga ada makhluk yang memiliki hak hidup yang sama dengan makhluk lainnya.

Anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat(LPM) Desa Penjalaan, Hadi berujar seperti terjadi pembiaran yang kenyataannya masih berlanjut sampai sekarang ini. “Padahal kita tau bersama bahwa hutan adalah paru-paru dunia,” ungkap Hadi sedih

Hutan yang malang itu terletak di atas lahan transmigrasi desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir.

Dampak dari pembabatan hutan akan dirasakan masyarakat di sekitarnya. Seperti yang dijelaskan kembali oleh Hadi bahwa beberapa saat yang lalu tak biasa-biasanya angin menerobos masuk ke dalam desanya. Bukan hanya pohon yang dirobohkan namun juga bangunan.

“Selain itu juga air hujan yang tidak tertahan lagi oleh hutan, sehingga kami warga kampung sering kebanjiran. Alam yang dulunya ramah kini sudah tidak ramah lagi,” kata Hadi.

Penebangan hutan juga berdampak pada makhluk hidup yang ada di dalamnya, terutama Orang Utan sebagai salah satu satwa yang dilindungi juga ikut terusik. Menurut penuturan Wasrun, warga tranmigrasi yang sering menuju ke hutan, mengaku beberapa minggu yang lalu menemukan bangkai Orang Hutan mengambang di atas air Sungai Sebarat. Di mana sungai Sebarat adalah perlintasan yang juga tembus dengan Hutan Desa Penjalaan. Wasrun menerangkan Orang Utan itu sepertinya dibunuh, sebab sudah tidak berkepala lagi.

Sebenarnya hutan di desa penjalaan ini masih wilayah Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), namun entah mengapa aktivitas penebangan hutan yang diduga secara liar ini tidak termonitor oleh petugas.

Kepala Desa Penjalaan, Widodo ketika di tanya soal aktivitas penebangan hutan ini, mengatakan sama sekali tidak tau jika ada penebangan hutan secara liar di atas sana. Dan menurutnya yang menebang itu mungkin bukan warga desa penjalaan.

Warga Penjalaan lainnya,  Yitno  juga geram dengan adanya aksi pembalakkan hutan di desanya itu. Rasanya tidak rela jika kayu di hutan itu dibabat lalu dijadikan kepentingan pribadi oleh kelompok kelompok tertentu saja. Ia sangat berharap pada pemerintah terutama dinas instansi terkait agar peduli dengan kondisi alam yang sangat menyedihkan di desa Penjalaan.

“Sebab ini efeknya juga akan mengancam kepentingan kita bersama,” tandas Yitno.

Memang sudah waktunya pemerintah dan pihak yang berwajib serius menangani hal ini. sebab kejadian seperti ini mungkin sudah lama terjadi di desa Penjalaan tersebut, bahkan di tempat tempat lain. Maka kita berharap pemerintah supaya tegas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.  (WK Team)

Posted on 3 Februari 2015, in lingkungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. bukan kasus baru, kami di medan sumatera utara pun seperti itu, jika dilaporkan kepada pihak berwajib jawabnya akan kita selidiki namun tindak lanjutnya banyak alasan. memank harus hukum rakyat yang ditegakkan kalau kita tidak ingin mendapat dampak dari kegiatan illegal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: