Indahnya Mancing Bersama di Lautan Kepulauan


pariwisata--Indahnya Mancing Bersama di Lautan Kepulauan karimata mancing kayong tim tembakol

“Tepatnya di lautan pulau Penebang dan sekitarnya, di sana begitu kaya dengan biota alam laut, dan bukit bukit mungil yang berjajar rapi. Hal inilah yang membuat Tim Memancing Tembakol untuk menyambangi tempat ini.”

Rasa penasaran menghampiri WK team saat ditawari grup memancing Tim Tembakol dari Sukadana untuk diajak menjelajahi pulau Pelapis sambil memancing. Tepat hari Jumat, 21 November 2014, pukul 15.00 sore hari, berangkatlah tim memancing bersama kapal motor kecil yang bermuatan 12 orang. Ukuran kapal yang kecil tidak menyurutkan niat para pemancing mania yang dari awal sudah bersemangat.

pariwisata--Indahnya Mancing Bersama di Lautan Kepulauan karimata mancing kayong  dapat ikan

“Kegiatan memancing ini didukung penuh oleh Bintang Foto Studio dan Rumah Makan Kang Toni. Hermawan selaku koordinator menyatakan kegiatan mancing ini merupakan hobi. Jadi perolehan ikan bukanlah masalah bagi kami. Yang penting kita dapat enjoy menikmati alam, sambil berwisata bersama teman-teman,” kata Hermawan.

Tim memancing Tembakol dibagi menjadi beberapa tim. Ada tim yang bertugas untuk keamanan, bertugas memastikan keamanan di kapal dan di laut, terutama daerah daerah yang rawan karang dan dangkal yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Kemudian Tim Medis, bertanggungjawab dengan konsumsi. Semua tim itu dikordinir oleh koordinator yang di kenal dengan sebutan Pak We.

pariwisata--Indahnya Mancing Bersama di Lautan Kepulauan karimata mancing kayong  rido dapat ikan

Kepergian kapal motor klotok sederhana yang kami tumpangi melintasi sungai Rantau Panjang. Kemudian membelah sungai Teluk melano, selanjutnya tembak lurus arah Tanjung Satai, dan langsung menuju lautan Penebang. Cuaca memang kurang baik, sehingga hujan selalu mengiringi kepergian kami dalam setiap perjalanan.

Pukul 00.00 dini hari, kami baru sampai di lautan Penebang. Malam itu juga kami langsung memancing, sebab di malam hari biasanya ikan-ikan predator lebih hobi menyatap makanan. Benar juga malam itu, salah satu tim memancing Tembakol, Kang Tony yang berada di buritan kapal, joran pancingnya langsung disambar ikan. Begitu diangkat, wow ternyata benar ikan sebesar paha kaki naik ke atas dengan meronta-ronta.

Kemudian dilanjutkan dengan mencari umpan. Ikan di pulau paling hobi dengan hewan cumi-cumi. Malam itu juga Tim Tebakol bahu-membahu mencari cumi dengan cara menghidupkan lampu yang sangat terang di tepian kapal, maka dengan sendirinya cumi akan naik ke pemukaan dan para tim mamancing Tembakol tinggal menangguk saja.

pariwisata--Indahnya Mancing Bersama di Lautan Kepulauan karimata mancing kayong

Keesokan paginya, ekspedisi memancing kami lanjutkan kembali. Sambil menikmati kopi hangat buatan Kang Tony, kapal klotok bergerak pelan menuju perairan pulau Nyirih yang masih wilayah pulau Penebang.

Satu-persatu pancing pun diturunkan, namun tampaknya arus di pulau Nyirih sangat deras sehingga batu pancing seberat setengah kilogram, seperti tidak ada artinya. Akhirnya hanya beberapa pancing saja yang bisa beroperasi sebab banyak pancing yang tidak memiliki batu yang beratnya lebih dari setengah kilogram. Minimal batu satu kilogram yang menjadi pemberat jika memancing di sana.

Akhirnya kami coba merapat ke dekat pulau Penebang di dekat pantai Pasir Belande. Di tempat yang baru sepertinya kami kurang beruntung, sebab ikan di perairan dangkal tersebut kurang bagus. Ikannya kecil-kecil dan tidak berkelas.

Hari sudah siang, kami istirahat di kapal sambil menunggu masakan dari Kang Tony beserta tim konsumsi, sambil menikmati alam pulau Penebang yang begitu indah.

Setelah makan siang selesai kami lanjut lagi memancing di sebelah pulau Nyirih, tepat berbatasan dengan wilayah pulau Pelapis. Di tempat yang baru ini kami asyik strike mendapatkan ikan sampai-sampai kami kehabisan umpan.

Akhirnya kami merapat ke Labuhan Haji dimana banyak kapal bersandar di pulau Penebang, berharap mendapatkan umpan cumi dari para nelayan yang ada. Namun lagi-lagi kami kurang beruntung tak satupun nelayan yang membawa cumi, rata-rata mereka mencari ikan sebab pada bulan sebelas (November) juga bukan musim cumi. Beberapa saat kami istirahat di Labuhan Haji sambil bercengkrama dengan masyarakat sekitar.

pariwisata--Indahnya Mancing Bersama di Lautan Kepulauan karimata --ok

Hari beranjak sore, kapal kolotok kami memecah kesunyian di antara riak ombak laut pulau Penebang. suasana terlihat cerah tak berawan, namun tampaknya jauh di Dusun Besar menggelayut awan hitam dan tebal.

Beberapa saat kami berhenti di tepi pulau kecil, kami coba memancing ikan karang yang biasa berada di tepian laut. Beberapa orang dari tim Tembakol melempar pancing kemudian menariknya. Beberapa kali pula mereka melakukannya. Sambil memancing kami menikmati makan sore dan sunset (matahari terbenam).

Sungguh betapa indah suasana hari itu. Air laut yang tenang menambah suasana damai tersendiri. Sesekali terdengar suara ombak-ombak kecil menabrak batu tepi pantai, bagaikan berirama dan begitu tenang dirasakan.

Waktupun beranjak malam, kami bersiap kembali dengan peralatan penangkap cumi-cumi. Dengan sigap Tim Tembakol memposisikan peralatan, namun sedang tengah asyik-asyiknya kami menangkap cumi, ternyata apa yang dikhawatirkan sore hari tentang awan yang bergelanyut benar menjadi kenyataan. Hujan disertai angin ribut malam itu cukup membuat adrenalin kami terpacu. Akhirnya kami cari aman dan merapat kembali ke Labuhan Haji, malam itu juga kami menginap di sana.

Pagi-pagi sekali, saat subuh tepat pukul 04.00 kami terbangun dan kembali berangkat. Hal yang kami lakukan pertama kali adalah menyambangi nelayan yang baru bersandar dan membeli umpan. Setelah itu kembali kami menuju lautan pulau Nyirih. Kali ini kami menuju muaranya.

Kami sudah siap dengan segala sesuatunya termasuk pemberat yang sering jadi masalah. Hari Minggu itu adalah hari terakhir kami memancing.

Tak sia-sia, strike demi strike akhirnya berhasil menaikkan ikan berbagai jenis ke geladak kapal. Rata-rata ikan di sana sangat liar, jadi harus berhati-hati jika ingin menarik tali yang disambar ikan. Hari itu semua tim merasa senang, karena masing-masing dapat merasakan strike. Sebuah kepuasan tersendiri mereka bisa mendapatkan ikan di laut.

Siang hari kami berhenti memancing, kamipun siap-siap berkemas menuju pulang. Tak lupa terlebih dahulu mengisi perut yang sudah kosong. Begitu nikmat luar biasa memakan ikan segar hasil pancingan dari laut.

Rasa ikan segar memang sangat berbeda dengan ikan yang sudah dieskan. Rasanya begitu nikmat sepuluh kali lipat. Saking nikmatnya memakan ikan segar, ada satu tim kami memakan ikan satu ekor berukuran satu kilo sendirian. Luar biasa bukan.

Akhirnya siang itu kami dengan meninggalkan berjuta kenangan di pulau Penebang. Gugusan-gugusan pulau dan perpaduan warna air yang sangat jernih membuat daya tarik tersendiri bagi kami, untuk nantinya kembali menyambangi pulau Penebang dengan aktivitas memancing yang lebih seru lagi.

Posted on 1 Januari 2015, in wisata and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: