Menyibak Misteri dan Sejarah Pulau Penebang Selat Karimata


misteri penebang karimata air asia hilang

*Legenda, Sejarah yang berselimut Mistis..*

Orang-orang mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama Pulau Penebang di wilayah Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Provinsi Kalimantan Barat. Pulau penebang ini terletak di wilayah kepulauan karimata, tidak jauh dari Jatuhnya Pesawat Asia Air di penghujung tahun 2014 ini.

Indahnya air laut disertai perpaduan warna hijau kegelapan, seakan akan akan menyimpan jutaan misteri yang berada di pulau ini. Ditambah lagi dengan puncak gunung Penebang yang menjulang tinggi dengan batu yang menyerupai wajah manusia, diyakini di tempat ini tempat sarang burung elang langka, serta pusat kehidupan manusia kebenaran (Jin Muslim). hal ini tentunya menjadi teka-teki dan misteri yang sulit terpecahkan logika.

Konon pulau ini dahulunya dihuni suku Darat (Dayak), lalu kemudian mereka tidak mampu dengan adanya bangsa lanun (perompak/bajak laut), akhirnya orang orang suku Darat meninggalkan pulau Penebang ini.

Warga suku Dayak yang diganggu para lanun ini diperkirakan berkembang pada tahun 1500-an. Yakni  seiring berkembangnya kerajaan Tanjungpura yang juga berpindah-pindah ibukota, juga disebabkan karena gangguan dari pada lanun yang saat itu meraja-lela.

Hingga akhirnya pada suatu masa, datanglah seseorang yang kelak di kemudian hari namanya dikenal sebagai perintis kedua kalinya datang di pulau tersebut. Kemudian seseorang tersebut menisbatkan nama pulau itu menjadi pulau Penebang.

Datok Damat adalah nama nenek moyang orang pulau Penebang saat ini. Ia pertama kali menginjakkan kakinya di pulau itu pada tahun 1912.

misteri penebang karimata air asia hilang  s

Datok Damat berasal dari Pontianak, kemudian ia menikah dengan wanita bangsawan keturunan raja Sukadana. Tidak lama setelah itu Damat muda bersama isterinya hidup di pulau Penebang. wilayah yang pertama kali ia tempati adalah Pasir Belande (demikianlan ia menamainya kelak).

Dinamai pasir belande sebab di era itu, masih pada masa penjajahan Belanda di tempat tersebut pernah dibangun pos-pos Belanda. Bahkan menurut pengakuan Muhammad Sani (34 Tahun), cicit Datok Damat, mengisahkan saat ini masih ada jejak jejak peninggalan bekas bangunan Belanda yang tidak jadi. Di atas gunung, juga masih bisa ditemukan besi-besi bekas saluran air zaman Belanda yang sudah usang.

Datok Damat yang saat itu juga sebagai pejuang kemerdekaan merupakan orang yang disegani. Ia juga ikut memimpin perlawanan memerangi Belanda, areal perjuangannya hingga sampai ke daerah Pontianak. Setelah usai kemerdekaan Ia kembali tinggal menetap di pulau tersebut, kemudian meninggal pada tahun 1976 dan dikebumikan di Pasir Belande.

Sampai saat ini kita masih dapat menjumpai makam Datok Damat bersama beberapa belas makam lain yang juga masih keluarganya.

misteri penebang karimata air asia hilang dd

Salah satunya yang menarik di pulau Penebang adalah banyaknya nama tempat di antaranya adalah Tanjung Labuhan Haji (ini satu satunya tempat yang didiami 9 kepala keluarga), Tanjung Kelayang, Teluk Tuik, Pulau Korok, Pasir Panjang, Pulau Nyireh, dan banyak lagi nama-nama tempat di sekitar pulau Penebang. Namun yang paling menarik adalah nama Tanjung Kepala.

Nama tanjung kepala ini, menurut Sumardi (50 Tahun), saksi hidup menuturkan tempat dahulunya adalah tempat pemenggalan kepala manusia di zaman Jepang. Yang mana setelah di penggal kepala tersebut digantung di pokok kayu are atau pohon beringin.

Pada masa ia kecil Sumardi pernah melihat tengkorak-tengkorak tersebut bergelantungan di sana. Namun saat ini tengkorak tengkorak tersebut sudah tidak ada lagi.

Ada beberapa pantangan di pulau ini yang tidak boleh di langgar, orang setempat menyebutnya akan kena tulah (Balak bencana), apabila kita melanggarnya. Jika menginjakkan kaki di pulau Penebang ini tidak boleh bersiul dan berkata-kata kasar. Apalagi di daerah Pasir Panjang, Pasir Belande, maupun Tanjung Kepala.

Kemudian tidak boleh sembarangan membuang kotoran. Termasuk membuang sampah sembarangan di laut, sebab menurut kepercayaan mereka orang kebenaran, tidak senang dengan hal hal yang kotor dan mereka bisa saja mengutuk pelaku.

Efek kutukan bagi yang melanggar pantangan cukup bervariasi, tergantung dari tingkat pelanggaran yang dilakukan. Jika pelanggaran yang dilakukan fatal bisa sampai merenggut nyawa orang tersebut. Biasa cirri-ciri efek kutukan dari penunggu pulau Penebang adalah orang yang terkena awalnya demam panas, kemudian setiap hari darahnya turun, dalam waktu kurang lebih satu minggu tubuhnya pucat dan berakhir dengan kematian.

misteri penebang karimata air asia hilang sd

Sumardi mengungkapkan jika itu bukanlah penyakit medis, dibawa kemanapun akan seperti itu kecuali dikerenah (diobati) dengan cara kampung dan dibawa kembali ke pulau Penebang.

Sumardi juga menjelaskan di pulau Penebang sudah banyak menelan korban dengan penyakit yang demikian.

“Asal-muasalnya mereka tidak percaya kemudian sengaja menantang pantangan-pantangan itu. Walhasil dengan izin Allah SWT mereka yang tidak yakin akhirnya juga merasakan akibat dari ulah mereka sendiri,” kata Sumardi.

Salah satu Tim warta kayong  (WK), juga bisa merasakan bagaimana aroma ghaib yang tersimpan di pulau Penebang itu. Bahkan tim WK sempat berkomunikasi lewat mimpi dengan penghuni yang disinyalir orang kebenaran yang dimaksud oleh warga setempat.

Dalam komunikasi lewat mimpi tersebut, sesungguhnya pulau Penebang yang tenang itu merupakan pulau yang ramai, ada pusat pemerintahan alam ghaib sebagaimana layaknya manusia. Memang ada satu rumah semacam istana yang megah di sana. Si empunya kemungkinan adalah pemimpin dari warga orang kebenaran tersebut.

Dalam pesannya Tim WK tidak bisa dengan jelas melihat wajah orang tersebut, namun dengan jelas bahwa ia berpesan bahwa jika akan memancing bukanlah bulan yang tepat, setelah itu lalu menunjuk di dalam air dan di suruh melihat.

Mengejutkan! Yang terlihat di dalam air bukannya ikan namun burung berwarna hijau. Nyatanya ketika kami memancing selama 3 hari 3 malam memang tidak mendapatkan hasil memuaskan. Wallahua`alam bishowab.

Hal senada juga diungkapkan Ujang, salah seorang warga yang tinggal di pulau Penebang. Ia mengisahkan ada suatu saat pendatang dari Sungai Bakau (Ketapang), singgah di teluk Pelabuhan Haji.

“Kemudian orang itu bercerita dahulu pernah datang ke pulau Penebang, namun tidak seperti apa yang dilihatnya saat Ia datang terakhir. Dahulu melihat pulau Penebang cukup ramai dan banyak rumah berderet di tepian pantai, bahkan Ia sempat berdagang ikan dengan mereka,” ungkap Ujang mengisahkan.(MIFTAHUL HUDUA)

 

 

Posted on 31 Desember 2014, in Misteri and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: