Data Kotor Air Bersih Kayong Utara


 

data kotor air bersih kku proyek gagal air bersih warta kayong

“ Tidak Berlebihan apabila disebut sebagai “Data Kotor Air Bersih”, sebab data yang di sajikan PU dalam penjelasan Public Hearing dengan WK tidak sesuai dengan realita di lapangan”.

Sejak dimekarkan tahun 2007 lalu, permasalahan pelayanan air bersih di KKU nampaknya belum terlaksana dengan baik dan menyeluruh. Dinas Pekerjaan Umum Kabupten Kayong Utara yang menjadi ujung tombak pelaksanaan teknis masih tertatih-tatih. Setidaknya itulah kesimpulan yang didapat WK ketika bertandang ke DPU KKU dalam rangka Publik Hearing Pelayanan Air Bersih KKU beberapa waktu lalu.

Acara yang memakan waktu sekitar 3 jam itu langsung dihadiri oleh Kepala Dinas PU KKU, Brian Syofyan didampingi Kabid Cipta Karya, Chairil Anwar , Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air bersih dan beberapa staf yang telah mempersiapkan materi untuk disampaikan kepada WK. Sebelumnya WK telah mempersiapkan sebuah video yang menggambarkan betapa sulitnya beberapa daerah akan kebutuhan air bersih, yang diputar untuk ditonton bersama sebagai pembuka acara.

Untuk membantu pelaksanaan perencanaan dan pembangunan sarana air bersih di KKU, Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara telah membuat Unit Pelaksana Teknis. Unit inilah yang ditugasi untuk menyiapkan segala infrastruktur air bersih di KKU hingga Perusahaan Air Minum terbentuk.

Sebelum mencoba memahami perencanaan kedepan pelayanan air bersih versi PU KKU, kami coba mengajak pembaca memahami apa yang telah dilakukan DPU KKU hingga saat ini, dengan membagi daerah layanan berdasarkan daerah kecamatan.

proyek gagal air bersih kayong utara

SUKADANA

Dalam materi yang disampaikan, sumber air baku yang tersedia untuk wilayah Desa Sutera Dan Pangkalan Buton terdapat di Sumber Baku Nek Letong dan Air Pauh, yang menurut Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara debit air di 2 sumber baku ini mencapai 39 liter/dt. Sedangkan keperluan air bersih sebesar 7,3 liter/dt untuk dua desa yang sama, atau sama dengan seperlima dari sumber air baku yang ada. Pada kenyataannya, tidak semua wilayah di Desa Sutera dan Desa Pangkalan Buton yang mendapat pasokan air, bahkan pada waktu kemarau misalnya, sebagian masyarakat harus rela tidak mendapat aliran air. Padahal, dibeberapa tempat seperti Tj.Belimbing, Sui Mengkuang, dan Sebagus sebagian masyarakatnya masih menggunakan aliran air bersih dari sumber dan jaringan sendiri peninggalan AMD era Soeharto.

Ternyata sumber baku yang banyak, sekitar 5 kali lebih banyak dari keperluan, tak lantas membuat air berlimpah di Kota Sukadana.

DATA KOTOR AIR BERSIH kayong utara

SIMPANG HILIR

Sumber air baku yang digadang-gadang untuk mengaliri sebagian daerah Simpang Hilir beralsal dari IPA Simpang Hilir/TR. 8 yang terletak di Rantau Panjang dengan Debit Air 10 liter/dt  dan Sumber Baku Lubuk Tapah di Dusun Mentubang Desa Harapan Mulia yang dilaporkan mampu meproduksi air sebanyak 67 liter/dt. Jadi, kalkulasi dari 2 sumber air ini diperkirakan mempunyai kapasitas produksi 77 liter/dt.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Simpang Hilir yang terletak di TR.8 Rantau Panjang ini dibangun tahun 2012 lalu. Namun hingga kini untuk melayani keperluan air warga Rantau Panjang saja masih tertatih-tatih. Hanya sebagian rumah warga yang teraliri, itupun tidak setiap hari. Padahal menurut data yang di sampaikan Dinas Pekerjaan Umum KKU, IPA tersebut mampu memproduksi 10 liter air dalam setiap detik, sedangkan keperluan warga Rantau Panjang sebanyak 4.036 Jiwa menurut perhitungan hanya 5,19 liter/dt. Artinya dengan beban hanya separuh dari kapasitas produksi yang dibanderol DPU KKU, masih terlalu berat untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum berencana menanggulangi krisis air bersih di Simpang Hilir dengan target 3 Desa, yakni Rantau Panjang, Penjalaan dan Teluk Melano dengan mengambil sumber air dari Lubuk Tapah . Untuk memuluskan rencana ini, pemerintah sudah melakukan Perencanaan di Sumber Baku Lubuk Tapah dengan menggandeng pihak konsultan PT.Askon Multi Jasa dengan biaya 150 juta. Sementara Paket Pekerjaaan Perpipaannya dibagi dalam 3 paket pekerjaan dengan total anggaran 3,5 M. Ini belum termasuk dana Swakelola dibidang Cipta Karya yang tak dapat WK himpun.

Baru saja dimulai, kegiatan pembangunan perpipaan ini mendapat protes dari masyarakat Harapan Mulia, lantaran dinilai sumber Air Lubuk Tapah hanya cukup  air untuk kebutuhan rumah tangga dan mengaliri sawah mereka. Sehingga tak layak untuk dibagikan kepada warga Simpang Hilir. Nampak bahwa perencanaan yang dilakukan DPU KKU tak begitu rapi, hingga menuai protes dari masyarakat.

TELUK BATANG

Keperluan air bersih dikecamatan Teluk Batang berkisar 20,5 liter/detik. Jumlah tersebut berasal dari hitungan melayani 80% warga dengan memperhatikan tingkat kebocoran sebesar 10% dari keperluan. Fasilitas air bersih yang telah terbangun yaitu IPA Teluk Batang yang terletak di Desa Sungai Paduan dengan kapasitas produksi 10 liter/dt.

Didasarkan pada data yang ada, berarti di Kecamatan Teluk Batang baru tersedia separuh dari keperluan air bersih warga. Itupun  kalau IPA tersebut beroperasi dengan benar. Pada kenyataan IPA Teluk Batang tidak lagi beroperasi. Belum lagi kalau kita lihat sumber bakun IPA tersebut berasal dari Sungai Paduan, dimana lahan dihulu sungai tersebut telah beroperasi Perusahan Kelapa Sawit PT. Kalimantan Agro Pusaka. Disinyalir, limbah dari pertanian perkebunan kelapa sawit tersebut akan menurunkan kualitas air yang menjadi sumber IPA.

SEPONTI

Sama halnya dengan Teluk Batang, Kecamatan Seponti telah mempunyai IPA yang digadang-gadang mampu memproduksi air bersih dengan kapasitas produksi 10 liter/dt. Sedangkan kebutuhan air bersih warga disini tercatat 10,8 liter/dt.

Beberapa warga memberikan kesaksian bahwa IPA tersebut sudah jarang beroperasi. Kalaupun beroperasi kapasitasnya masih tak sebanding dengan data yang dikeluarkan DPU KKU. Belum lagi kualitas airnya yang masih terasa payau.

PULAU MAYA DAN KEPULAUAN KARIMATA

Data yang kami terima tak memyebutkan satu pun realisasi dan rencana pembangunan sarana air bersih di Kecamatan Pulau Maya dan Kecamatan Kepulauan Karimata. Entah apa yang menjadi alasan Dinas PU KKU hingga kedua kecamatan ini tak masuk dalam kerangka perencanaan dan pelaksanaan pelayanan air bersih di KKU.  (ISYA FACHRUDI )

Posted on 28 November 2014, in Hot Issue and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Sya merupakn msyrakt desa sungai paduan Чǝлƍ mnjadi masswa aktan 2009 dg mgbil msalah PDAM sbgai jdul skripsi.
    Dg ksimpulan hsil, bhwa sungai paduan msih lyak digunakn sumber baku air pdam. Ttp untuk kdpan dg smakin optimal kgiatan prkbunan sawit ϑ¡ hulu sungai akan mnyebabkn pencemaran air sungai Чǝлƍ brdmpak buruk msyrat Чǝлƍ mggunakn air PDAM.
    Shingga dipelukn peran pamda untuk mncri solusi kdpany..
    Terima kasih..

  2. Ya Allah kpn y air PDAM bs mnjangkau kbtuhan msyarakat KKU smua trutama tluk melano.moga2 pmrntah cpt tanggap dan tlksana pmbngunan PDAM mngenai pntingnya sumber air untuk khdupan shari2 wrga.Amin Amin ya Allah……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: