MI Terlantar, Punggawa KEMENAG Kayong Utara Janjikan Gedung


MI khizbul wathon terlantar Depag Janjikan Gedung

“Sekolah ini Bukan Ladang mencari Uang, Namun sekolah Ini adalah Ladang perjuangan untuk para Guru Sejati. (Fajarudin ST: Kepala Mi Khizbul wathon )”

Kondisi Madrasah Ibtidaiyah Khuzbul Wathon desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara cukup lengkap dengan berbagai penderitaan. Keadaan MI swasta yang sudah berdiri 5 Tahun ini terlantar begitu saja, Sebab tak memiliki gedung dan fasilitas yang lainnya.

Selain miskin fasilitas, sekolah terlantar yang bernafaskan islam ini tidak memiliki tenaga pendidik yang memadai. Hal ini di sebabkan karena sekolah tidak memiliki sumber dana cukup untuk menggaji guru.

Semangat belajar mengajar makin anjlok mana kala siswa MI khizbul wathon saat tahun 2014 ini hanya tinggal 12 orang saja. Menurut Fajaruddin ST, Kepala sekolah MI, mengungkapkan bahwa banyak di antara para siswa yang pindah, di sebabkan karena saat ini MI tak punya gedung. MI Khizbul wathon sekarang hanya bisa menumpang di Gedung PUSKESWAN (Pusat Kesehatan Hewan) rantau panjang. Dengan gedung yang sangat sempit dan sederhana, juga di mana kerusakan ada di mana mana membuat situasi belajar mengajar makin tak kondusif. Sehingga wajar saja jika para orang tua memindahkan anaknya ke sekolah Negeri yang fasilitasnya jauh lebih baik. Ungkap Fajarudin .

Di kisahkan juga oleh Fajaruddin, ia mengenang saat saat masa pahit hingga saat ini. Namun ada yang lebih pahit dan sangat memilukan baginya. Yakni bukan hanya Murid atau orang tua siswa saja yang minder dengan keadaan sekolah yang miskin. Namun ternyata Guru pengajar juga ada yang tidak PD mengajar di sekolahan Miskin seperti sekolah MI Khizbul wathon. alasan utama yakni gaji yang di bawah standard bahkan masih besar hitungan orang buruh harian tukang, atau buruh kasar. sehingga sang guru tersebut harus sign out dari Mi khizbul wathon. “Tapi ya mau di apakan lagi kami tak mampu menahan, itu Hak mereka. Sekolahan ini hanyalah ladang perjuangan, bukan ladang mencari uang. sekolahan ini memang miskin”. ungkap fajar kembali menerangkan sambil matanya berkaca kaca ketika mengenang masa masa itu.

Zaenal Arifin, salah seorang guru MI Khizbul wathon adalah salah satu guru yang mampu bertahan di tengah kepungan badai ekonomi. Di mana yang lain gugur akibat seleksi alam. Namun ia berprinsip bahwa MI khizbul wathon ini adalah cikal bakal sekolah bernafaskan Islam yang harus di pertahankan. Kendati dengan berbagai cobaan dan himpitan sekolah negeri yang mewah dengan segala fasilitas, sekolah Ini harus tetap berdiri. Papar Zsaenal

Salah seorang pendiri sekolah MI Khizbul Wathon, Miftahul jawad menarangkan bahwa pada saat ini MI telah terdaftar di Kemenag beberapa tahun silam. Dan sudah menjadi keharusan jika kemenang memberikan surat izin, maka barang tentu Kemenag juga harus sanggup membina, terutama dalam pemberan fasilitas gedung ini merupakan perioritas, sebab masyarakat tidak akan pernah percaya jika kami masih menumpang terus. Ungkap Miftahul jawad dengan Tegas.

Saat di konformasi ke Azhari salah satu pihak Kemenag kayong utara yang mengurusi masalah pendidikan, mengungkapkan berjanji untuk Tahun 2015 akan memberikan fasilitas Gedung melalui usulan dana ke pusat. Ya kita sama sama berdo`a semoga hal ini bisa terwujud. Ucap Azhari saat di konfirmasi vita telpon.

Para Dewan guru yang berada di MI Khizbul wathon adalah para pejuang sejati, mereka adalah contoh guru yang benar benar pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Bukan motif uang untuk tetap megajar dan mengabdi disana. Kalau hanya karena motif uang, maka tamatlah sudah sejarah mereka di sana. Mi Khizbul wathon adalah Demplot percontohan bagi para Guru guru yang saat ini memiliki spirit yang hilang. Percontoahan bagi guru guru yang bermata duitan, bahkan contoh bagi para guru guru yang bergaji cukup namun tak memenuhi kewajiban dengan layak. Atau barangkali contoh untuk kita semua untuk meneladani bagaimana arti sebuah perjuangan yang sesungguhnya.

Dengan kerasnya perjuangan para guru MI Khizbul wathon, semoga saja para punggawa punggawa dan petinggi di KEMENAG Kayong Utara, maupun pusat tergerak hatinya untuk segera meringankan beban mereka, bahkan semua MI yang bernasib sama yang berada di tanah Bertuah kayong utara ini. Amieen (Miftahul Huda)

Posted on 24 November 2014, in Warta Umat and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Bekace-kace saye mbace nye, memang spt itulah keadaan e.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: