BBM Naik, Denyut Ekonomi KKU Terkejut


pasar teluk melano kayong utara akibat bbm naik

Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah 18 November 2014 dini hari membuat masyarakat terkejut terutama sektor transportasi laut. Alhasil, para pengusaha akan segera menaikan harga tiket penumpang dalam waktu dekat tanpa menunggu edaran pemerintah karena harga minyak sudah lebih dahulu naik.

Tingginya keniakan harga minyak bagi para pengusaha dibidang transportasi harus diimbangi dengan kenaikan harga tiket untuk para penumpang. Langkah tersebut terpaksa dilakukan oleh para pengusaha bidang transportasi untuk mengimbangi harga minyak yang harus ditanggung pengusaha akibat keputusan pemerintah meniakan harga BBM.

Dikatakan Ahmad Yani (58), salah satu pengusaha jasa transportasi yang melayani pelayaran Sukadana ke Pulau Maya untuk hari pertama kenaikan bahan bakar minyak, dirinya belum menaikan harga tiket, namun jika sudah membeli BBM dengan harga baru, maka secara otomatis akan menaikan harga tiket kepada para penumpang.

Kenaikan harga minyak bagi pengusaha dibidang pelayaran antar pulau berbeda dengan transportasi darat, karena harga BBM di satu pulau akan berbeda dengan pulau yang lain, demikian juga yang Ia rasakan. Tingginya kenaikan harga tiket, menurut Ahmad Yani, ahan disesuaikan dengan harga BBM yang diperolehnya, dan perkiraan harga tiket yang akan dikenakan kepada para penumpang antara 3 ribu hingga 5 ribu rupiah. “Sekarang dua puluh lima, mungkin akan naik antara lima ribu jadi tiga puluh ribu, tapi kalau ada subsidi bisa naik tiga ribu pertiketnya,” ujar Ahmad Yani.

Walaupun belum ada instruksi standarisasi kenaikan harga tiket dari Dinas Perhubungan setempat, namun dirinya harus segera mengambil kebijakan sendiri menaikan harga tiket secara sepihak, karena biaya produksi sudah lebih dahulu naik jika dibandingkan dengan edaran pemerintah.

Seperti biasanya, pemerintah akan sangat terlambat untuk menaikan harga tiket dan diedarkan kepada para pengusaha jasa transportasi, karena mereka akan rapat-rapat terlebih dahulu, sedangkan kapal setiap hari harus berlayar melayani masyarakat. Kendati akan menuai kritik dan keluhan dari para penumpang, namun hal tersebut tetap harus dilakukan demi kelancaran usahanya. (AB. 17/11/2014).

Posted on 19 November 2014, in berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: