Angin Panas Sawit Seponti



sawit pt KAP seponti angin panas sawit seponti

“ Pola kerja sama yang di inginkan masyarakat adalah Kemitraan sebagaimana Di PT. Jalin Vaneo Batu Barat , sementara pihak perusahaan PT. KAP masih ngotot dengan Pola Kemitraan yang katanya saling menguntungkan, Padahal Hitung Hitungannya merugikan masyarakat”.

Masuknya perusahaan kelapa sawit di kecamatan seponti tepatnya di desa Sungai sepeti paket 6 dan Desa Durian sebatang membawa angin segar bagi masyarakat sekitar. PT Kalimantan Agro pusaka atau yang di singkat PT. KAP pada tahun 2014 ini sudah memasuki tahun tanam 5 sejak beberapa tahun beraktiivitas.

Namun angin segar itu akhir akhir ini berubah menjadi angin panas, sebab kebun plasma yang di damba dambakan masyarakat hingga kini masih belum dapat mereka rasakan hasilnya. Hal ini di sebabkan karena pihak perusahaan masih belum melakukan konfersi lahan sawit kepada masyarakat.  Telisik punya telisik ternyata ada permasalahan tarik ulur dari perusahaan, sebab masyarakat secara umum menginginkan agar pola yang dijalankan tidak hanya menguntungkan perusahaan.

Di perjelas oleh Suryana salah seorang sekretaris koperasi Sumber Alam Sepeti, menerangkan bahwa pola yang di inginkan masyarakat pada umumnya adalah Pola Kemitraan sebagaimana yang berada di PT. Jalin Vaneo yang mana pola kemitraan yang di lakukan di sana cukup adil dan transparan. Sementara Pihak perusahaan bersikukuh dengan blue printya yang di keluarkan pada bulan april 2010 bahwa pola yang di jalankan adalah Pola Kemitraan atau yang lebih di kenal dengan Pola Mutual benefit, ( Pola saling menguntungkan), padahal dalam hitung hitungan realnya sangat merugikan masyarakat.

Menurut blue print PT KAP pada tahun 2010 tersebut di jelaskan bahwa pola kemitraan saling menguntungkan memberikan persentase kepada masyarakat petani pada tahun tanam pertama sebesar 40 %, namun setelah di potong 50 % untuk biaya perawatan dan transportasi, kemudian pada Tahun berikutnya medapat 50 % setelah di potong 50 % dahulu, dan tahun tanam terakhir mendapat 60 % juga setelah di potong 50 %. (untuk lebih detilnya lihat tabel di bawah ini).

 tabel asumsi PT KAP, warta kayong covers edisi kesembilan depan kiri

Dengan pola tersebut sungguh sangat memberatkan petani, ungkap Ujang sapaan akrabnya. Ia mengkalkulasikan real bahwa sesungguhnya jika di hitung dengan benar, hasil yang di bagikan kepada masyarakat kalau pola yang di lakukan perusahaan dengan kemitraan hanya 20 % saja bersihnya. Namun ia berharap supaya dalam proses konfersi nanti pemerintah Daerah terutama bupati dan Dinas terkait dapat mengambil kebijakan supaya berfihak pada kepentingan masyarakat, dengan mengabulkan keinginan masyarakat agar mendesak pada pihak perusahaan untuk melakukan kerja sama dengan pola plasma kemitraan yang adil seperti yang ada pada dua perusahaan di daerah kecamatan simpang Hilir.

junaidi faslah ketua sawit batu barat  kayng utara

Sementara di Desa Batu Barat, Ketua Koperasi Adil Sejahtera Desa Batu Barat, Junaidi Faslah memaparkan bahwa pola kerja sama yang di bangun dengan pihak perusahaan PT jalin Vaneo adalah Pola Kemitraan. Namun dalam penghitungan hasil tersebut, ia menjelaskan bahwa dari Hasil Penjualan TBS (Tandan Buah Segar), di potong dengan angsuran kredit bank sebesar 30%, manajement Fee perusahaan 5 %. Kemudian sisal hasil tersebut di pergunakan untuk biaya perawatan, biaya angkutan, biaya mandor, dan biaya lain lain, lalu sisa hasil akhir baru di bagikan ke masyarakat secara merata. Namun di tambahkan Junaidi bahwa semua proses tersebut di lakukan dengan transparan oleh pihak perusahaan PT. Jalin Vaneo”. Ungkapnya memaparkan. ( Lihat tabel).

tabel asumsi sawit batu barat warta kayong cover edisi kesembilan depan kiri

Kabid Dinas Perkebunan Kabupaten kayong utara, Juhaidi juga sepakat jika pola kerja sama yang di lakukan pihak perusahaan dengan masyarakat adalah, melalui pola Plasma Kemitraan yang Menguntungkan seperti di perusahaan PT. Jalin Vaneo yang berada di daerah Kecamatan simpang hilir yakni Desa Batu Barat, Lubuk Batu, Matan Dan sekitar areal perusahaan. “Yang jelas kami pemerintah menghendaki kebijakan yang di ambil seyogyanya tidak merugikan masyarakat”. Tegas Juhaidi.

Hingga berita ini di turunkan kami tidak dapat mengkonfirmasi satupun pihak perusahaan dari PT. KAP, kami sudah menghubungi via telpon namun tak Pernah di jawab oleh salah seorang pengurus perusahaan, dan kami coba SMS juga tak pernah di balas hingga kini. Namun demikian kami tetap khusnudzhon bahwa mungkin saja para pengurus perusahaan sedang sibuk dan mempersiapkan semua demi yang terbaik bagi masyarakat. Amieen

Semoga saja angin panas itu menjadi angin segar yang dapat di nikmati masyarakat seponti dan kelak dapat terwujud. Tinggal satu langkah lagi yakni persentasi Pihak perusahaan terhadap Pemerintah Daerah di ikuti MOU dan pada finalnya bupati akan mengeluarkan Surat Keputusan tentang konfersi lahan dan nama nama pemilik Lahan Plasma sawit.

Bersama sama kita berharap semoga semua proses dapat berjalan dengan baik, dan yang paling penting segala kebijakan pemerintah terkait Lahan sawit tersebut dapat mengakomodir kepentingan masyarakat banyak. (Miftahul Huda)

Posted on 15 November 2014, in Kasus and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: