Menyulap Sampah Menjadi Rupiah


serba-serbi--Menyulap Sampah Menjadi Rupiah--ok wk

Meskipun era komunikasi sudah didominasi media elektronik dan orang sangat mudah mengakses berita via  internet, namun keberadaan media cetak seperti koran, majalah, dan tabloid masih mendapat tempat di hati para pembacanya.

Berbeda dengan media elektronik yang dapat disimpan dalam bentuk file atau dihapus jika sudah tidak diperlukan, media cetak memiliki sisa kertas yang digunakan sebagai bahan baku koran. Kadang mengganggu kebersihan rumah dan menambah jumlah sampah.

Namun tidak demikian dengan Rina, ibu rumahtangga yang memiliki dua anak—perempuan dan laki-laki—kreatif mengolah sampah koran menjadi barang yang berguna. Hasil penjualan barang-barang furniture (perabotan) ini mampu mendulang rupiah untuk membantu ekonomi keluarga.

“Kita cukup membeli kertas koran bekas dengan harga kiloan. Kemudian kertas koran bekas ini dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan anyaman. Seperti dapat dibuat untuk tempat tisu, tas, asbak, kap lampu, tatakan gelas, wadah pakaian kotor, dan lain sebagainya,” ungkap Rina, pengrajin anyaman dari kertas.serba-serbi--Menyulap Sampah Menjadi Rupiah--ok

Anyaman dari rotan, bambu, eceng gondok, sudah biasa. Kalau anyaman dari kertas? Baru luar biasa. Saat WK Team mendengar informasi di Kayong Utara ada bibit pengrajin kreatif yang memanfaatkan koran bekas, langsung menelusuri dan bertandang ke rumah pengrajin itu.

Benar sekali, ketika sampai di rumah kontrakannya yang sederhana, WK team disambut dengan berbagai karya anyaman. Persis seperti layaknya anyaman yang terbuat dari rotan, sebab sudah dicat dengan warnanya natural kayu, sama persis seperti rotan.

Adalah Rina, ibu rumah tangga bertangan kreatif menyambut kedatangan kami dengan penuh suka cita. Sambil menikmati teh hangat suguhannya, bu Riana menerangkan bagaimana ia menggeluti kerajinan dengan bahan baku kertas koran tersebut.

Pada mulanya tidak terpikir membuat kerajinan dengan bahan baku kertas koran. Namun ketika bahan baku rotan sudah sulit dicari, belum lagi biaya operasional jika dihitung-hitung tak sebanding dengan harga jual, bu Rina memutuskan mencari bahan baku alternative. Akhirnya menemukan kertas koran bekas yang murah meriah.

“Koran bekas 1 kg dapat dibeli dengan Rp2 ribu. Untuk membuat keranjang ukuran sedang memerlukan kurang lebih 3 Kg koran, dari sini sisi penghematan sudah jelas terlihat. Namun proses pembuatan memakai bahan kertas Koran ini sangat rumit dibandingkan memakai bahan rotan. Perlu keuletan dan kesabaran yang luar biasa, sebab koran dipisahkan dulu satu-persatu, kemdian dibentuk menjadi seperti rotan. Dilem supaya keras. Warnai selayaknya persis rotan dan lain sebagainya. Barulah dibentuk sesuai selera,” tutur Rina.

Meskipun demikian, Rina mengaku membandrol harga dengan harga yang bersahabat, mulai harga Rp20 ribu. Ia juga melayani berbagai pesanan bentuk kerajinan sesuai yang dipinta konsumen. Misalnya, bikin tempat tisu, ukurannya bisa diatur. Tempat bunga juga dapat dibikinnya sesuai ukuran pot pemesan.

Walaupun belum lama menggeluti kerajinan dari anyaman koran, Rina merasakan peminat dari kerajinan anyamannya cukup menjanjikan. Terbukti bulan pertama membuat anyaman koran, dan ketika informasi tersebar, ia sudah kebanjiran order. Wow.

“Kala itu saya ditawari anyaman berbahan baku koran, ketika melihat hasilnya yang bagus, saya langsung mahu. Apalagi karya ini berasal dari daerah kita. Jadi apa salahnya kita cintai produk lokal kita,” kata Syarifah Masna, PNS di lingkungan Pemkab Kayong Utara. (MH/Wk Team)

 

 

Posted on 27 Oktober 2014, in berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: