Dorong Kebijakan Lokal Lindungi Lahan Pangan


bupati hildi hamid tinjau pertanian kku

SUKADANA—Melihat segala persoalan tata kelola lahan dan hutan di Kabupaten Kayong Utara (KKU), lembaga Gemawan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara untuk membuat Peraturan Bupati (Perbup) Kayong Utara ataupun Peraturan Daerah (Perda). Demi perlindungan lahan tanaman pangan yang terancam ekspansi industri perkebunan dan tambang.

Demikian satu di antara pokok bahasan di lokakarya yang mengusung tajuk, perencanaan strategis organAgus Budimansi Lokal di Aula Hotel Anugerah Sukadana, Sabtu (24/5/2014). Diselenggarakan lembaga Gemawan, dihadiri utusan masyarakat dari berbagai kecamatan di KKU yang memiliki potensi lahan pangannya terancam.

“Kita berusaha memastikan strategi ketahanan pangan di tingkat daerah melalui perlindungan lahan pangan rakyat, agar dapat menjamin kelangsungan hidup dan masyarakat Kayong Utara,” kata Agus Budiman, Kepala Kantor Gemawan di Kabupaten Kayong Utara di sela-sela acara.

Kemudian, lanjut Agus Budiman, salah satu isu penting dalam lokakarya ini juga adalah adanya rekomendasi agar tidak ada izin-izin baru industri ekstraktif berbasis hutan dan lahan, seperti perkebunan dan tambang, sampai ada kejelasan peruntukan ruang (spasial) untuk lahan pangan yang memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan keberlanjutan.

Kebijakan daerah untuk ketahanan pangan sebaiknya diatur dalam bentuk Perbup atau bahkan Perda, sehingga dapat memastikan perlindungan wilayah kelola masyarakat di daerah.

Kenyataan empiris di lapangan, serbuan dan godaan pengembangan perkebunan di tingkat masyarakat begitu banyak, bahkan merata di semua kecamatan. Ini harus diwaspadai oleh Pemkab Kayong Utara, sehingga tidak menimbulkan ruang konflik antara masyarakat yang setuju atau tidak setuju maupun antara masyarakat dengan perusahaan.

“Kalau sudah ada pemetaan yang dilakukan Pemkab Kayong Utara, terkait penataan ruang untuk kawasan pangan, masyarakat jadi tidak perlu lagi tergoda menghabisi potensi lahan tanaman pangannya karena sudah jelas peruntukan lahannya,” kupas Agus Budiman.

Peserta lokakarya utusan kecamatan Seponti mengungkapkan, adanya upaya pengembangan perkebunan sawit yang dapat mengancam lahan tanaman pangan di wilayahnya.

Kejadian bermula sekitar tahun 2008/2009, ratusan masyarakat transmigransi desa Sungai Sepeti kecamatan Seponti, dipinta Kepala Desa (Kades) periode yang lalu dan di masa sekarang sudah meninggal, untuk mengumpulkan masing-masing warga tiga sertifikat.

Rinciannya sertifikat pekarangan ukurannya 25×100 meter persegi, sertifikat I seluas seperempat hektar, sertifikat II seluas 2,5 hektar. Tujuan pengumpulan sertifikat itu untuk pendataan ke perusahaan sawit PT KAP.

Memasuki tahun 2009/2010, Kades mulai mengembalikan sertifikat yang pernah dikumpulkan di balai desa Sungai Sepeti. Akan tetapi jumlahnya tidak lengkap. Ada warga yang hanya menerima pengembalian sertifikat pekarangan saja, sertifikat pekarangan dan sertifikat lahan I, atau semuanya yang dikembalikan ke warga tidak lengkap.

Pada tahun 2010 itu, masyarakat pernah meminta kepada oknum Kades (ketika masih hidup), supaya sertifikat yang pernah dikumpulkan dikembalikan lengkap ke warga. Namun oknum Kades itu tidak pernah menyelesaikan kasus ini. Sampai oknum Kades itu meninggal, masalah ini tidak terselesaikan.

Warga meminta kepada Pemkab Kayong Utara untuk membantu penyelesaikan sertifikat warga yang tidak kembali itu ke Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Sepeti. Saat ini Kades Sungai Sepeti dijabat Candra.

MAHMUDI

Posted on 18 September 2014, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: