Niat Bertamsya, Namun Menjemput Celaka


laka lantas 1_wk

Niat hati keluarga Anggai ingin bertamasya ke Pulau Datok, Sukadana. Namun takdir berkata lain. Tepatnya di Desa Rantau Panjang – Kecamatan Simpang Hilir, anak kadung Anggai, Andre, terlindas bus Ketapang-Teluk Batang. Mengakibatkan bocah 8 tahun tersebut meniggal di TKP.

Simpang Hilir – Hari ketiga Idul Fitri 1435 H, tepatnya (30/7/2014). Sekitar pukul 09.00 WIB, celakaan maut terjadi di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Rantau Panjang. Korban berusia 8 tahun, asal Sungai Semut Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir tersebut, harus merenggang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP). Akibat terserempet bus Ketapang-Teluk Batang, bermuatan penumpang dan barang.

Isak tangis dan pekik histeris orang tua dan kakak korban tak terelakan. Pasalnya, tragedi tersebut diluar dugaan mereka. Kondisi Andre (korban), anak kedua dari tiga bersaudara ini ketika pergi sehat-sehat saja. Namun seketika berubah menjadi mayat, dengan kondisi yang mengenaskan.

Kondisi kepala korban remuk, dengan muka memar. Sebagian kuli kepalanya terkelupas. Darah segar dan isi kepala berceceran di TKP. Diduga, kepala korban terlindas ban bus.

Sedangkan kondisi bus tidak cacat. Penumpang bus pun selamat. Pick up yang ditabrak abang korban, hanya rusak ringan saja. Namun kondisi kendaraan abang korban rusak berat.

Rusdi (26), salah satu saksi mata menyebutkan kronologi kejadian. Korban yang berbonceng dengan abang kandungnya, membuntuti sebuah pick up pengangkut air bersih dari arah Melano. Diarah yang berlawanan ada sebuah bus, melaju dengan kecepatan sedang.

Menurut Rusdi, abang korban membawa motor dengan kecepatan sedang pula. Kemudian ingin menyalip pick up di depannya. Mengejar orang tua mereka yang telah medahului mereka, di depan pick up. Namun karena ada bus berlawanan arah didepannya, abang korban ngerem mendadak, dan menghantam pick up yang bergerak santai.

Dugaan Rusdi, karena gugup, yang bersangkutan ngerem mendadak, menyebabkan sepeda motornya terbanting/nambrak belakang pick up. Akibatnya, motor yang bersangkutan terpental. Kondisi korban dibelakang yang tidak siap saat itu, terbanting ke tengah jalan. Jelas saja. Bus yang melaju dengan kecepatan sedang tersebut, melindas korban.

Beruntung sopir bus Sharmila, berplat polisi KB 7567 G cepat diamankan warga. Sehingga terhindar dari amukan keluarga korban yang sedang tersulut emosinya. Namun demikian, kericuhan tetap terjadi. Berkali-kali, keluarga korban ingin mendatangi sopir bus yang sedang diamankan di rumah warga setempat.

lakalantas 3_wk

Karena partisipasi warga setempat, membantu Polisi yang berjumlah minim, kericuan tersebut dapat diatasi. Alhasil, kaca bus pun jadi sasaran amukan keluarga korban, demi melampiaskan emosi mereka. Saat ini, bus tersebut telah diamankan di Polsek Simpang Hilir, sebagai barang bukti untuk proses hukum selanjutnya.

Saat kami konfirmasi ke pihak berwajib. Dharmayudin, Kasatlantas Polsek Sukadana, yang turut menangani kasus ini menyatakan, kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tersebut telah ditangani pihak Kepolisian.

Menurut Dharmayudin, jajarannya telah mengamankan dan mengumpulkan barang bukti, termasuk meminta keterangan beberapa saksi. Kemudian, Kepolisian juga akan melanjutkan olah TKP lainnya. Sehingga bukti hukum yang kita peroleh benar-benar valid, paparnya.

Dharmayudin mengimbau, agar keluarga korban bisa menahan diri. Tetap bersabar dan bisa menerima musibah tersebut dengan ikhlas. Tidak main hakim sendiri dan melakukan tindakan yang melawan hukum. Kepolisian akan terus memproses kasus ini hingga tuntas. Apa lagi kasus Lakalantas ini telah ditangani Kapolres Ketapang. Jadi jangan khawatir. Polisi akan tetap menindaklanjutinya, jelas Dharmayudin.

Ketika kami konfirmasi ke keluarga koban, pun membenarkan. Bahwa kasus Lakalantas yang menimpa Andre, telah mereka percayakan pada Kepolisian untuk menanganinya. Kemudian, sopir bus pun telah diamankan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Porles Ketapang.

Selama lebih kurang 2 jam di TKP, mayat Andre pun dibawa ke Puskesmas Teluk Melano untuk divisum. Rencananya, mayat tersebut dibawa ke Ketapang untuk diotopsi. Namun, karena permintaan keluarga korban, mayat Andre langsung dibawa pulang ke rumah duku di Sungai Semut, untuk segera dimakamkan keluarga.

Akibatnya kecelakaan tersebut, Jalan Provinsi Desa Rantau Panjang macet total. Kerumunan kendaraan memanjang lebih kurang 2 KM, selama 2 jam. Banyaknya pengguna kendaraan yang lalu-lalang, ingin melihat kejadian tersebut, membuat kemacetan tak terelakan. (Has)
lakalantas 2_wk

Posted on 30 Juli 2014, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: