Jelang Lebaran, Harga Daging di KKU Meningkat


sapi potong idul fitri_wk

Sukadana – Jelang Idul Fitri 1435 H, harga daging di Kayong Utara meningkat di banding tahun sebelumnya. Ini terbukti dari hasil pantauan WK di lapangan.

Tahun sebelumnya, harga daging sapi berkisar Rp. 100.000,00 – 110.000,00 per kg. Tahun ini, harga daging sapi potong berkisar antara Rp. 120.000,00 – 125.000,00 per kg. Kenaikan ini diduga kerena dipicu kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari dipasaran.

Seperti di Kecamatan Sukadana saat ini. Menurut informasi yang kami peroleh dari beberapa penjual yang telah melakukan potongan hari ini (28/7/2014). Mereka menjual daging sapi seharga Rp. 125.000,00 per kg. Diperkirakan, harga tersebut akan sama di kecamatan lain yang ada di KKU. Bahkan untuk daerah kepulauan (Pulau Maya dan Karimata, akan sedikit meningkat. Mengingat keterjangkauan dan tranportasi yang sulit.

Sedangkan untuk ayam ras (ayam daging), harga tahun sebelum berkirasar antara Rp. 20.000,00 – 22.000,00 per kg. Tahun ini, harga ayam ras per kg berkisar 28.000,00 – 30.000,00. Informasi ini kami peroleh dari beberapa peternak ayam ras yang ada di Desa Rantau Panjang.

Menurut Ramsiah, staf Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kayong Utara (KKU). Khusus sapi yang diptong musim Idul Fitri 2013 lalu, se- KKU, jumlahnya mencapai 200 ekor. Tahun ini diperkirakan mencapai angka, sedikitnya 250 ekor.

Namun disesalkan Ramsiah. Banyak diantara warga di desa-desa yang melakukan pemotongan, tidak melaporkan ke Dinas. Sehingga banyak pemotongan sapi tanpa melalui pemeriksaan kesehatannya. Padahal ini penting. Sebab, hewan yang berpenyakit berbahaya, dapat menularkan penyakitnya pada manusia, jika tidak diperiksa.

Kadang kami memperoleh data pemotongan di setiap desa, ketika sapi telah terpotong atau terjual. Ini tentu beresiko bagi kesehatan masyarakat, ketika sapi tersebut mengandung penyakit, keluh Ramsiah.

Selaku Pengawas Kesehatan Ternak Potong Kecamatan Simpang Hilir, Ramsiah dan rekan sejawatnya harus datang ke desa-desa, memastikan apakah ada aktivitas pemotongan sapi atau tidak di desa. Kerena porsil Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) KKU terbatas, kadang menjadi kendala Distanak untuk memperoleh data pemotongan yang valid.

“Keengganan masyarakat melaporkan rencana pemotongan mereka, ini tentu menyulitkan kami dalam melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan. Tambah lagi pemotongan tidak terfokus pada satu tempat. Sebab, hingga kini kita belum memiliki rumah potong hewan (RPH),” ungkap Ramsiah.

Menyoal kenaikan harga daging sapi dan ayam ras tahun ini, Ramsiah berpendapat itu hal yang wajar. Ini biasanya berkaitan dengan biaya produksi dan pengaruh harga kebutuhan pokok lainnya. Misalnya seperti biaya pakan ayam ras, yang kadang terus naik, dan lain-lain. Ini tentu berpengaruh terhadap harga jual ayam tersebut.

Kerena daging merupakan kebutuhan masyarakat, berapapun jumlah yang ditawarkan penjual, terpaksa konsumen beli. Tidak bisa beli banyak sedikit. Tidak bisa beli kes, kridit/berhutang. Tidak bisa beli daging sapi, kadang ayam, tutur Ramsiah dengan nada bercanda. (Has)

Posted on 26 Juli 2014, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: