Jelang Lebaran: Air Bersih Susah, Warga Gelisah


air susah susah, warga gelisah

Simpang Hilir – Menjelang Lebaran Idul Fitri 1435 H, Air Leding di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir macet. Hal tersebut membuat sebagian warga di jalur Provinsi Rantau Panjang resah. Pasalnya, selama ini mereka terbiasa menggantungkan kebutuhan air minum dan MCK (mandi, cuki dan kakus) dari leding. kini harus berburu air bersih ke tempat lain.

Dikatakan Iful Zaiman (38), warga Dusun Ampera Rantau Panjang. Sudah dua hari leding di tempatnya tidak mengalir, yaitu sejak Jum’at (25//7/2014) hingga sekarang. Kita khawatir, hingga lebaran nanti leding tidak mengalir. Kerana, menjelang lebaran seperti ini, air sangat dibutuhkan masyarakat. Kasian bagi masyarakat yang kurang mampu. Harus ngeluarkan biaya lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Belum lagi mereka harus disibukan memenuhi kebutuhan lebaran lainnya, ungkap Iful Zaiman prihatin.

Jika sampai hari H (Lebaran) leding tidak ngalir, untuk memenuhi kebutuhan air wudhu jamaah shalat ‘Id, pun akan susah. Sebab, tidak ada sumber lain yang tersedia di sekitar masjid, terutama yang berada di jalur provinsi. Hanya bergantung pada leding dan hujan. Solusi terakhirnya, mungkin harus beli, imbuh Zaiman, sapaan Iful Zaiman.

Senada dengan Zaiman, Nurzannah (74), ibu rumah tangga, pun mengeluhkan hal yang sama. “Untuk mencuci perabot dapur saja, seperti piring, gelas dan lain-lain jadi susah. Menggunakan air asin, gelas dan piring jadi kurang bersih dan berbau tak sedap,” ungkap Nurzannah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti apa penyebab macetnya leding di Rantau Panjang. Ketika kami coba konfirmasi ke pihak yang berkompeten tentang ikhwal leding tersebut, tak ada tanggapan yang pasti. Diduga, ada kerusakan jaringan instalasi dipusatnya, Dusun Mentubang Desa Harapan Mulia, Sukadana. Atau volume air mulai berkurang akibat sedikitnya curah hujan (kemarau).

Warga hanya bisa berharap, sebelum Hari Raya Idul Fitri, kondisi leding di Rantau Panjang dapat teratasi. Sehingga kebutuhan air minum dan MCK terpenuhi. Apa lagi saat-saat seperti ini. Seharusnya kaum Muslimin disibukan bersilaturrahim dengan tetangga dan kerabat mereka, bukan sibuk mengurusi kebutuhan air bersih. (Has)

Posted on 26 Juli 2014, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: